Inspiration

JARAK AMARAH

Berbicara soal amarah rasanya semua orang pernah mengalaminya. Apalagi ketika ada hal yang melenceng dari harapan atau pelanggaran komitmen yang sudah ditetapkan. Saya sudah lama puasa marah-marah dengan gaya meletup-letup. Ini kebiasaan lama saya. Sekarang makin tua makin sadar bahwa mengumbar amarah itu tidak bagus untuk kesehatan dan untuk menjalin relasi dengan orang lain, keluarga, pasangan, sahabat, tetangga, masyarakat, dan sebagainya.  Banyak ahli kesehatan atau psikolog yang mengatakan efeknya sangat tidak bagus untuk kesehatan. Amarah bisa memicu tekanan darah yang mempengaruhi pembuluh darah dan jantung. Jadi amarah bisa mengakibatkan darah tinggi, serangan jantung, atau stroke karena pembuluh darah pecah terkena tekanan darah akibat kemarahan. Ini bahasa mudahnya jika dikaitkan dengan kesehatan.

Tapi beberapa waktu lalu, kemarahan saya meledak gegara kelakuan anak saya. Padahal perkaranya sepele sekali. Sebenarnya saya juga sudah lama tidak memarahi anak-anak seiring usia mereka yang beranjak remaja dan dewasa. Benarlah yang dikatakan pakar kesehatan, kemarahan itu membuat saya sakit di leher dan bahu. Saya menyesal.

Lebih menyesal lagi, anak saya juga tidak lantas bersikap jadi baik dengan kemarahan bapaknya. Rugilah saya. Yang ada malah dia menjauh dari saya. Apa yang pernah dikatakan oleh orang bijak menemukan kebenarannya. Amarah sesungguhnya menciptakan jarak antara dua hati, sekalipun secara fisik berada sangat dekat. Semakin orang berteriak karena kemarahan, semakin suara itu tidak terdengar oleh hati orang yang dimarahi. Amarah membuat jarak dua hati terentang memanjang. Semakin tinggi amarah, semakin jauh jarak yang tercipta. Buktinya, anak saya tadi. Dia malah menjauh dan seolah sedang mendengar kaleng rombeng dipukuli.

Namun jarak yang jauh itu bisa diperpendek. Untuk memperkecil jarak antara dua hati, sebenarnya hanya diperlukan bahasa hati yang penuh kelembutan dan cinta. Kalau tidak percaya, lihat atau tanyakan dua orang yang sedang jatuh cinta. Sejauh apapun fisik mereka berada, hati mereka tetap terasa dekat. Bahkan tanpa berkata-kata pun, hati dapat menangkap pesan cinta yang dikirimkan oleh kekasihnya. Sering kata-kata kehilangan maknanya ketika hati sepasang kekasih sedang dipenuhi dengan rasa cinta. Kata-kata tidak perlu terucap lagi. Jarak pun hanya terentang sejauh dua hati yang dipenuhi rasa cinta. Dua hati itu makin tak berjarak.

Saya hanya membayangkan bahwa dunia ini akan menjadi indah kalau penuh cinta. Keliling bumi yang 40.075 kilometer tidak ada artinya. Puluhan ribu kilometer itu bisa menjadi tidak berjarak ketika hati orang dipenuhi cinta, bukan amarah dan kedengkian. Dengan hati yang penuh cinta, maka semua pesan dan kata-kata (jika diperlukan) akan terdengar sangat jelas oleh penerima pesan. Semua hati manusia dari belahan dunia manapun seolah terhubung dalam dimensi cinta yang tak berjarak itu.*** (Leo Wahyudi S)

Photo credit: faithinrecovery.com 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: