Inspiration

SENYUM DAN MATAHARI

Pernahkah kita mengalami hari yang tidak menyenangkan, menyebalkan, dan membuat kita bete? Semua yang kita pikirkan, yang kita lakukan, kita ucapkan selalu membawa kesialan. Hati galau, pikiran kacau tak keruan. Situasi ini membuat wajah kita pun bak kain kusut yang tidak pernah kena setrika. Jangankan tertawa, menarik otot pipi agar tersenyum sedikit saja rasanya berat.

Dulu, ketika masih kuliah setiap kali saya mau bersin dan kesulitan untuk melakukannya saya selalu berusaha lari ke luar ruangan. Atau, paling tidak mencari sumber cahaya terang. Aneh memang, tapi sumber cahaya terang itu merangsang saya untuk mengekspresikan kenikmatan bersin. Sering orang menertawakan saya karena ekspresi wajah saya seperti orang dungu permanen sambil menengadah ke arah sinar lampu atau matahari. Semua rela saya jalani agar bisa bersin dengan nikmat. Bahkan demi bersin, saya rela bertampang bloon di pinggir jalan demi menengadah dan melihat matahari. Dan, seperti yang sering terjadi, saya jadi tontonan orang lewat. Tapi mereka tersenyum melihat saya. “Siang-siang ada orang gila baru,” begitu kira-kira yang terlintas di benak orang.

Sampai sekarang, saya pakai resep alami ini, apalagi ketika saya sedang diliputi hari buruk dan susah tersenyum. Akan saya tatap matahari dengan gagah berani. Matapun akan terpicing, otot-otot pipi pun tertarik naik. Akhirnya garis mulut pun ikut terangkat. Hasilnya, saya ‘terpaksa’ akan tersenyum, meskipun dengan matahari. Minimal, kalau ketemu dengan seseorang yang kebetulan lewat, saya akan menampilkan wajah dengan senyum, meskipun gegara sinar terik matahari yang saya tatap langsung. Minimal orang menangkap kesan bahwa kita ramah karena kita seolah sedang tersenyum dengan seseorang.

Dengan begini, saya sudah mengamalkan slogan umum ‘Awali harimu dengan senyum’. “Awali hari bete-mu dengan menatap matahari, maka kau akan tersenyum”. Inilah slogan saya. Sinar terik matahari telah membuat saya tersenyum. Dengan senyum, saya menebarkan vibrasi positif. Kegalauan pun akhirnya jengah. Malas berlama-lama di hati. Hari pun menjadi indah, seindah senyuman yang kita ekspresikan.

Konon para ilmuwan menemukan bukti bahwa senyuman memberi asupan emosi positif, mengurangi stres dan menurunkan tekanan darah, mengubah mood menjadi lebih positif. Senyum membuat kita atraktif dan memberi efek positif kepada orang-orang di sekitar kita. Bahkan ada peneliti yang menemukan bahwa manusia memiliki saraf cermin. Karena saraf ini, orang akan orang akan bereaksi yang sama ketika orang lain melakukannya. Maka tak heran ketika kita tersenyum orang lain pun akan ikut tersenyum berkat saraf cermin ini.  “Seulas senyum adalah awal terbukanya hati dan empati bagi orang lain,” kata Dalai Lama. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: