Inspiration

KECOA

Beberapa waktu lalu, seorang sahabat menceritakan sebuah drama kehidupan di Jepang. Ketika itu ia berkarya di Negeri Sakura sebagai seorang pastor di sebuah gereja kecil. Suatu hari ada sepasang muda mudi Jepang datang dan bertemu dengan sahabat tadi. Kedua insan itu sudah memasuki masa dewasa awal. Mereka ingin mencurahkan isi hati mereka pada pastor itu. Kebetulan mereka juga bukan beragama Katolik. Namun bagi sang pastor, hal itu bukan masalah. Karena toh gereja Katolik yang dipimpinnya justru lebih banyak didatangi oleh orang-orang non-Katolik.

Pasangan muda mudi itu bercerita bagaimana beratnya mereka menghadapi hidup yang berat. Kemajuan teknologi yang teramat pesat membuat hidup manusia seolah tak berharga lagi. Mereka menghadapi kejenuhan hidup di jaman serba modern dan cepat. Mereka tidak tahu makna hidup. mereka tidak mengerti hidup mereka untuk apa nantinya. Mereka kehilangan orientasi hidup.

Dengan sabar sahabat tadi mendengarkan curahan hati pasangan muda itu. Sebagai seorang pastor ia ingin berempati dengan permasalahan yang dihadapi kedua orang muda itu. Ia pun memberi arahan dan pengertian akan makna dan tujuan hidup manusia.

Tak berapa lama telepon sang pastor pun berdering. ‘Halo, Pastor. Terima kasih nasihatnya tadi. tapi kami masih belum mengerti hidup ini untuk apa. Kami hanya ingin memberitahukan pada pastor bahwa kami sudah sepakat untuk bunuh diri. Hidup sudah tidak ada gunanya lagi bagi kami. Selamat tinggal, Pastor.’ Telepon lalu ditutup sebelum pastor itu menjawabnya.

Beberapa hari kemudian pastor itu memang mendapat kabar bahwa ada sepasang muda mudi ditemukan tewas di dalam mobil. Sahabat tadi  terhenyak tak percaya. Ia menyadari bahwa di Jepang angka kasus bunuh diri memang tinggi. Bahkan kasus bunuh diri bukan lagi sebagai hal luar biasa.

Sebagaimana hidup, bunuh diri pun adalah pilihan. Padahal Sang Empunya Kehidupan menciptakan karya ciptaanNya untuk hidup. Dia adalah Sang Maha Hidup. Dia tidak pernah menjadi sosok algojo yang suka membunuhi ciptaanNya sendiri. Justru Dialah penjaga kehidupan sejati.

Sungguh mengherankan jika ada orang yang memilih mati dengan membunuh sendiri. Sungguh tragis jalan hidup yang dipilihnya itu. Alasannya pun kadang karena masalah hidup yang sepele. Tidak kuat menanggung beban hutang, tidak kuat diremehkan orang lain, tidak kuat perlakuan teman, tidak kuat menanggung malu, dan seabrek alasan lain.

Manusia selayaknya belajar hidup dari kecoa. Dalam kehidupan manusia keberadaan kecoa selalu dianggap sebagai masalah. Kecoa selalu lekat dengan gambaran serangga yang menjijikkan, yang harus disingkiri, bahkan yang harus dibasmi dan dibinasakan. Ia kadang diburu untuk dibunuh. Selama hidupnya kecoa seolah tercipta untuk hidup dengan masalah. Hidupnya selalu penuh tantangan dan risiko.

Terlepas dari segudang masalah yang selalu dihadapi, kecoa selalu mencoba untuk tetap hidup. Ia tidak mau menyerah begitu saja di tangan manusia yang memburunya. Setiap ada ancaman kecoa akan berlari kencang menyelamatkan diri dari kematian. Saat tertangkap pun kecoa masih meronta agar lepas. Saat tubuhnya terbalik, kecoa akan berusaha membalikkan diri. Sekalipun upaya itu kadang sia-sia. Kecoa tidak pernah menyerah. Dalam  kondisi terluka parah pun kaki-kakinya tetap bergerak. Ia tetap ingin bertahan hidup. Bahkan menjelang kematiannya pun kecoa masih terlihat berusaha sekuat tenaga untuk lepas dari segala mara bahaya.

Manusia seharusnya belajar menghargai hidup dengan segenap hati dan pikirannya. Manusia harus belajar dari binatang dengan instingnya untuk tetap ingin hidup. Selemah apapun kondisinya. Kecoa jauh lebih hebat dari manusia yang mengakhiri hidupnya sendiri. Inilah bukti, bahwa Tuhan mempunyai maksud baik dengan menciptakan kecoa. Dialah pejuang kehidupan yang sejati. Mari kita belajar dari kecoa.*** (Leo Wahyudi S)

Photo credit: intisari.grid.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: