Inspiration

Gaul ala Hiu

Saya tergelitik melihat Akun Instagram @5amsuccess yang menampilkan foto ikan hiu di dalam sebuah akuarium. Gambar itu menjelaskan bahwa ikan hiu hanya akan bertumbuh sampai sekitar 12 centimeter jika dipelihara dalam sebuah akuarium.  Sebaliknya, jika ikan hiu dibiarkan hidup di laut lepas, maka ia bisa tumbuh besar hingga dua meter atau bahkan lebih.

Sekilas gambaran itu cukup jelas, meskipun masih bisa diperdebatkan tentang validitas ukuran pertumbuhan. Ukurannya tumbuh dari angka berapa? Periode waktu pertumbuhannya diukur bagaimana? Tapi kita tanggalkan dulu nalar kritis kognitif. Kita coba masuk dalam ranah reflektif yang masuk ke dalam relung hati untuk memaknai kehidupan.

Unggahan media sosial itu mengajak kita merenung sejenak. Bahwa keberadaan kita tidak hanya ditentukan oleh kita sendiri, tapi banyak dipengaruhi faktor-faktor dari luar diri kita. Pergaulan dan interaksi sosial salah satunya bisa mempengaruhi keberadaan kita termasuk pertumbuhan, pola pikir, pola tindak kita.

Tidak percaya? Mari kita cermati dari kasus terorisme yang baru saja terjadi di Poltabes Medan. Menurut kesaksian familinya, pelaku bom bunuh diri awalnya orang yang biasa saja dalam kehidupan sosial. Tanpa paparan radikalisme. Justru paham radikal itu diperoleh dari istrinya yang sudah terbiasa bergaul dan berinteraksi dengan komunitas teroris dan penganut paham radikal, baik secara daring (online) maupun luring (offline). Pergaulan istrinya telah mengubah paham si pelaku bom bunuh diri dari yang biasa menjadi luar biasa, dari yang moderat menjadi radikal.

Demikian sebaliknya. Ada banyak cerita kesaksian yang mengisahkan sebuah transformasi atau bahkan pertobatan yang dialami oleh orang yang dulunya penjahat menjadi pengkotbah, pendeta, pemimpin agama, pemimpin gerakan yang mulia. Ada banyak tokoh yang mengalami transformasi positif dalam konteks ini.

Pikiran positif akan mengeluarkan vibrasi positif. Vibrasi positif akan menarik orang atau lingkungan dengan aura dan vibrasi yang positif pula. Lingkunan positif akan membentuk pribadi yang positif dan mengembangkan diri. Dalam kondisi seperti ini, kita ibarat ikan hiu yang hidup bebas di lautan. Tumbuh dan berkembang secara positif.

Pikiran tentang kebaikan, kata-kata tentang kebaikan dan tindakan kebaikan akan mengangkat kita pada frekuensi pasitif yang lebih tinggi, kata Rhona Byrne dalam bukunya ‘The Secret – Daily Teachings’ (2010). Frekuensi itu akan terpancar dan akan kembali kepada kita. Semakin tinggi frekuensinya, semakin banyak pula kebaikan yang menghampiri hidup kita.

Hidup adalah pilihan. Terserah, kita ingin menjadi hiu kerdil, atau hiu besar. Mulai sekarang kita layak untuk memilih lingkungan yang memiliki frekuensi positif di lautan kehidupan. Kita bisa belajar gaul ala hiu di lautan luas. Bukan di akuarium sempit yang membuat pikiran dan hati kita jadi picik.*** (Leo Wahyudi S)

Photo credit: semuaikan.com   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: