Inspiration

SURAT KEPADA TUHAN

Dalam keheningan sebuah malam yang panjang, tiba-tiba saya ingin curhat pada Sang Pencipta. Saya lalu duduk dan membuka laptop dan menulis surat elektronik agar bisa curhat. 

Dear Tuhan yang baik hati,

Sudah lama tak berkabar, semoga Kau baik-baik saja. Saya ingin curhat sedikit, mohon meluangkan waktu sedikit untuk membaca ya, sukur-sukur sekalian dibalas. Ya, kalau pas ada waktu senggang. KesibukanMu mengurus semesta dan isinya kan bejibun. Apalagi manusia ciptaanMu makin hari makin susah diatur. Iya, kan?

Di jaman sekarang, makin banyak orang berlomba punya dan mengaku beragama. Semua manusia berkompetisi agar terlihat paling suci dan paling benar. Semua menjual namaMu dalam setiap kesempatan. Bahkan mereka tak segan untuk saling menjatuhkan, saling menghakimi, saling menyingkirkan, bahkan saling bunuh demi membela namaMu. Dan mereka dengan bangga mengaku meraih kemenangan karena DiriMu. Padahal setahuku, Kau bukan tipe penuntut, apalagi Maha Penuntut. 

Banyak pula yang berwajah klimis, ganteng, cantik, kalau perlu pakai operasi plastik dengan berpenampilan seperti malaikat yang baik. Mereka berpura-pura menjadi penolong, dan suka berbuat kebaikan. Tapi hatinya penuh pamrih, penuh ambisi, dan angkara nafsu. Mereka selalu membawa namaMu di muka dan di pakaian mereka. Tak segan pula mereka menjual namaMu dengan label-label yang motifnya hanya keuntungan dan harta. Mereka pun tak segan untuk maling dan merampok demi harta dan ambisi kuasa. Aku kadang gemas mengapa Kau hanya diam melihat kelakuan mereka. 

Mereka menyembah dan memuji-muji namaMu sampai menangis seolah tulus. Mereka korbankan segala waktu demi namaMu. Sampai mereka lupa bahwa mereka juga punya tugas untuk berbagi kebaikan, perhatian, dan pertolongan kepada sesamanya, hanya karena tidak ingin kehilangan waktu untuk ibadah yang Kau minta. Padahal setahuku, Kau ini Maha Punya, dan tidak pernah minta-minta disembah. Aku tahu Kau sebenarnya sudah lega kalau bisa melihat manusia menjalankan ibadah ritual dan ibadah sosial dengan berimbang. 

Tuhan, aku kehabisan kata-kata. Padahal masih banyak yang ingin kutuliskan. Tapi aku percaya, Kau kan ampuh. Katanya sudah bisa melihat bahkan sebelum aku punya kata dan mengucapkannya. 

Ya sudah, itu saja. Sisanya Kau sudah tahu duluan yang akan kutulis, kan? Tolong dijawab kalau punya waktu senggang. Aku tahu tugasMu yang Maha Berat untuk menata semesta raya ini. 

Makasih banyak, ya. 

Salam penuh hormat dan cinta

Leo

Saya lalu mengirimkan email itu ke Tuhan. Semoga Google bisa membantu pengirimannya dengan cepat. 

Benar saja, tak lama berselang, email jawaban dari Tuhan pun muncul. Email balasan dari Tuhan pun segera kubuka dan kubaca. Bunyinya demikian:

Dear Leo yang galau,

Aku tahu semua curahan hatimu itu, semuanya memang nyata adanya. 

Aku sebenarnya malu melihat semua orang menyembahKu hanya di mulut dan di ritual agar bisa dinilai orang saleh dan religius. Tapi sesungguhnya jauh panggang dari api. Semuanya itu palsu. Mereka sudah menuhankan agama dan uang, bukan Aku. 

Tapi santai saja, toh Aku tidak minta disembah dan dipuji-puji, apalagi dipromosikan bak dagangan seperti yang dilakukan orang-orang itu. Bukan itu yang Kuminta. Aku tidak pernah minta, karena semua sudah ada. Lakukan saja ajaranku tentang cinta dan kebaikan. Semuanya pasti akan mengikuti. Kalau di hati kalian ada cinta, maka tidak akan ada kompetisi dan lomba agama seperti yang kalian lakukan. Dengan cinta, maka hati kalian akan terbebas dari rasa benci, dengki, iri, sombong, angkuh, sok kuasa, sok hebat, apalagi membunuh sesama atas namaKu.

Jujurly (sori, pinjam istilahmu), Aku malu untuk mengunjungi mereka yang mengaku bangga menyembahKu dengan kusyuk dan takwa, tapi hatinya penuh kebencian dan dendam. Hati dan jiwanya selalu terbakar oleh amarah karena kompetisi kebaikan semu. Sebenarnya aku sudah lama tinggal di hati semua manusia ciptaanKu. Tapi selalu aku dibuat tidak betah, karena di hati yang dulunya lapang itu, kini terasa sempit, panas, pengap, dan gelap. Ruang-ruang hati itu dipenuhi oleh hawa nafsu untuk meraih kekuasaan, kekayaan, kesombongan, keakuan, dan nafsu paling merasa benar dan suci. Lucu, kan? 

Lama-lama dengan berat hati Aku pergi dari hati mereka, meskipun tetap berada di dekat mereka dan terasa percuma, karena mereka tidak pernah melihat kehadiranKu. Tapi hebatnya, mereka selalu lantang berteriak kalau sudah punya dan mencintai Aku. 

Bagaimana Aku bisa betah tinggal di hati dan jiwa yang panas seperti itu. Aku kan sumber terang, bukan korek api yang bisa membakar. Kamu tahu sendiri, kan, kalau Aku hanya suka dan kerasan sekali tinggal di hati yang sejuk. Kesejukan itu berada di hati manusia yang penuh cinta itu. Aku ingin berlama-lama tinggal di situ. 

Sayang, tempat yang sejuk itu kini makin langka. Aku jadi bingung mau tinggal di mana sekarang. Ah, sudahlah, mengapa Aku yang malah curhat ke kamu. Sudah dulu ya, Aku pergi dulu untuk mencari mereka yang berhati sejuk dan penuh cinta. Memburu hati penuh cinta ini menjadi tugas berat bagiKu, karena harus memilah dan memilih dari delapan milyar manusia ciptaanKu di bumi ini. Semoga masih dan makin banyak saja manusia seperti itu ya.

Salam damai dan cinta dariKu

Tuhan

Ps: jangan lupa, kamu sendiri punya tugas untuk menyebarkan cinta dan kebaikan ya. Awas kalau lupa hehe…

Aku tersenyum. Kututup laptopku sambil membayangkan tugas berat di pesan terakhir Tuhan tadi.***

Foto dari https://themomsagas.com/letter-god-things-grateful/

One thought on “Inspiration

Add yours

  1. nek moco iki, kelingan pertunjukan wayang kulit.. 2 peran atau lebih dimainkan hanya oleh 1 orang: dalang

    Like

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑