Writing Tips

3-AKU DAN RUMAHKU

“… Most of our lives are basically mundane and dull, and it’s up to the writer to find ways to make them interesting.”

—John Updike, WD

“Sebagian besar hidup kita pada dasarnya monoton dan membosankan. Maka terserah kita sebagai penulis untuk mencari cara agar hidup menjadi lebih menarik.” Demikian kata John Updike. 

Covid-19 yang merajalela menularkan ke semua umat manusia di bumi memaksa orang untuk tetap tinggal dan beraktivitas di rumah. Bekerja, beribadah, bersekolah harus dilakukan di rumah. 

Situasi ini membuat dunia yang dulunya tak bersekat oleh jarak, kini menyempit secara ekstrem. Ruang gerak kita hanya dibatasi oleh luasan tempat tinggal kita. Entah itu di apartemen, villa, hotel, gubuk, ruang kos, kontrakan, rumah sederhana, atau bahkan ruangan di rumah sakit. Kita tiba-tiba harus terpenjara secara fisik dalam dimensi ruang yang sempit. Dunia kita hanya sebatas tempat di mana kita tinggal.

Ketika rumah menjadi pusat seluruh denyut nadi kehidupan, pasti ada efek-efek samping yang muncul. Ada rasa kesepian dan kesendirian yang begitu menghujam bagi orang yang kebetulan tinggal sendiri di kamar kos. Jauh dari orang atau keluarga tercinta. Ada yang merasa sesak, karena penghuni rumah bertambah. Padahal luas tempat tinggal kurang memadai. Atau, ada yang merasa kesepian dan bosan di tengah kemewahan rumah megah atau apartemen mewah, karena selama 24 jam dibatasi oleh dinding karena tidak boleh keluar dari hunian. 

Dinamika orang-orang yang tinggal di rumah, entah yang sendirian atau berjamaah dengan jumlah anggota keluarga yang banyak, akan menimbulkan suasana tersendiri. Interaksi terbatas dalam intensitas waktu berbulan-bulan bisa menimbulkan depresi dan tekanan mental tersendiri. Maka muncullah istilah cabin fever atau demam kabin. Orang merasa depresi karena terisolasi dan terpisah dari komunitas manusia lain karena pembatasan sosial. 

Bagaimana Anda mengalami suasana hati dan menjalani hari di rumah selama 24 jam selama lebih dari sebulan? Bagaimana beban psikologis, kebosanan, tekanan mental, akibat dirumahkan itu? Bagaimana Anda menjalin relasi dengan orang-orang tercinta? Bagaimana menghadapi beragam watak dan sikap yang beraneka ragam selama berbulan-bulan hidup Bersama?

Silahkan Anda curahkan isi hati, pemikiran Anda selama tinggal di rumah atau tempat tinggal Anda dalam tulisan. Banyak sekali aspek-aspek yang terdampak akibat aturan untuk tetap tinggal di rumah. 

Selamat mencoba.

Photo credit: Christianity.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: