Inspiration

COVIDIOT

Berita tentang pandemi virus corona atau COVID-19 berseliweran setiap detik, menit. Seharian berada di rumah dalam rangka mengambil jarak sosial, justru malah penuh sesak dengan lalu lintas komunikasi media sosial. Interaksi sosial secara fisik tergantikan oleh interaksi dunia maya. Penuh sesak dan menyesakkan. Baru sekarang saya mencoba melakukan social distancing dengan gawai. Rasanya jenuh tercekoki dengan berita yang simpang siur, antara informasi yang benar dan disinformasi alias hoax. 

Situasi darurat pandemi seperti sekarang ini seolah-olah menjadi teror mental yang menggerogoti ketahanan mental seseorang jika tak pandai menyikapi. Lama kelamaan saya pun merasa terteror dengan arus informasi di media sosial. Parahnya, sebagian arus informasi berisi konten negatif, termasuk candaan yang kehilangan empati. Hanya sedikit saja yang berisi informasi positif, konstruktif dan optimis. 

Saya tertarik membuka gawai ketika saya mendapat kiriman tentang istilah covidiot yang baru saja diadopsi oleh Oxford Urban Dictionary. Istilah ini muncul di tengah maraknya pandemi virus corona. Covidiot diartikan sebagai kata benda untuk mengggambarkan orang bodoh, bebal yang selalu keras kepala menentang aturan social distancing agar bisa mengurangi penyebaran virus COVID-19. Selain itu, kata ini juga diartikan sebagai orang yang bodoh karena memborong belanja kebutuhan karena takut COVID-19 sehingga menyengsarakan orang lain yang juga membutuhkan. 

Para covidiot ini bermunculan ketika pemerintah Indonesia menetapkan darurat pandemi dan protokol menghadapi COVID-19 yang salah satunya melalui anjuran social distancing. Dimana-mana orang masih berkeliaran, berkumpul di tempat umum tanpa ada jarak sosial. Banyak pula yang sudah memborong belanjaan, karena takut tidak kebagian jika keadaan memburuk. Keyakinan diri berlebihan dalam situasi sekarang bisa memproduksi covidiot lebih banyak. Dan, hebatnya, ternyata saya pun termasuk covidiot baru dengan apa yang saya lakukan. Meski kadarnya ringan, tapi tetap saja saya ikut bebal. 

Tak terhitung lagi para covidiot yang menyebar disinformasi atau hoax karena tangan gatal di media sosial dan selalu ingin menjadi yang pertama dan terdepan dalam berbagi informasi. Banyak orang ingin diakui. Banyak orang ingin pansos (panjat sosial) dengan menyuplai informasi (disinformasi) soal COVID-19 biar dianggap yang paling tahu dan paling dulu. Padahal ada pesan Nabi yang mengatakan bahwa siapapun yang ingin menjadi terdahulu dan terdepan akan menjadi yang terakhir. Yang ingin ditinggikan akan direndahkan. 

Situasi pandemi kian mencekam dan membuat orang kehilangan harapan. Tidak ada cara tunggal untuk melawan COVID-19. Tapi inilah momen bagi semua orang untuk bersatu, bergandeng tangan membangun solidaritas dan kesadaran kolektif akan keselamatan bersama. Mengesampingkan ego demi kebaikan bersama. Mari kita menghormati alam dan Ibu Bumi yang sedang mencari titik keseimbangannya. Mari kita mulai dari diri sendiri dan keluarga. Mari kita sebarkan informasi atau motivasi positif yang membangun optimisme dan harapan akan kebaikan. 

Maka, biar kita tidak menjadi covidiot, berhentilah merasa hebat, paling besar, paling benar. Mari kita renungkan kata bijak dari Abdul Kalam, mantan Presiden India. Katanya, “Jarak tidak pernah mematikan sebuah relasi. Kedekatan pun tidak pernah membangun sebuah relasi… Hanya rasa kepedulian seseorang yang dapat membangun kesetiaan dan mempertahankan sebuah relasi …” Dalam situasi yang kita hadapi, penjarakan sosial (social distancing) tidak akan mematikan relasi kita dengan orang lain atau keluarga. Justru rasa kepedulian kitalah yang akan mempertahankan relasi kita dengan orang-orang yang kita cintai, keluarga, sahabat, tetangga, saudara, masyarakat serta negara. *** (Leo Wahyudi S)

Photo credit: indozone.id  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: