Inspiration

MACET

Liburan sudah tiba. Orang mulai beredar menuju ke destinasi-destinasi wisata. Bagi kaum urban yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, liburan menjadi momen berharga  untuk pulang kampung, mengunjungi orang tua atau kerabat tercinta. Momen Natal dan Tahun Baru menjadi penanda pergerakan masif di seluruh wilayah di Indonesia.

Jalur transportasi darat, laut dan udara menjadi lebih padat daripada biasanya. Yang sangat terasa adalah jalur di darat. Luas dan panjang jalanan yang konstan menjadi penuh sesak oleh  peningkatan volume kendaraan dan arus hilir mudik kendaraan yang melewatinya. 

Pengalaman mudik yang seharusnya menggembirakan selalu diwarnai dengan kekhawatiran dan antisipasi kemacetan. Sekarang orang yang akan mudik tidak lagi khawatir dengan kendaraan atau uang saku modal liburan. Semua sudah dipersiapkan. Tapi satu hal yang selalu menghantui adalah kondisi lalu lintas di jalan yang tidak dapat diperkirakan. Tujuan utama untuk liburan dan bertemu dengan kerabat yang dicintai pun sirna sementara oleh kekhawatiran akan kemacetan atau kepadatan pemudik.

Sebenarnya impian pemudik yang utama dan terutama hanya satu, yaitu proses perjalanan yang lancar tanpa ada kemacetan. Pertanyaannya, apakah kita bisa semudah itu mengatur kehidupan sesuai dengan keinginan kita? Kadang kehidupan telah mendikte kita. Suka atau tidak suka, kita harus melalui jalan dan proses yang harus kita tempuh. Tinggal bagaimana kita menyikapi semua jalan kehidupan tersebut. 

Saya terkejut ketika membaca tulisan Samuel Mulia dalam kolom Parodi di Kompas beberapa waktu lalu. Judulnya ‘Macet’ dan ini sama dengan gagasan yang ingin saya tulis. Tapi saya yakin, saya memiliki gagasan dan judul lebih dulu. Tapi tulisan Samuel Mulia lebih dulu muncul di Kompas. Jadi tidak ada plagiarisme di sini, tapi soal waktu, begitu pikir saya.  

Yang jelas saya tertarik dengan apa yang dia tulis. “Do not predict that your day will be unpleasant by the state of the morning.” Kita tidak dapat memprediksi suasana seluruh hari hanya dengan melihat keadaan di pagi hari. Apakah kalau mendung di pagi hari akan membuat seluruh hari menjadi kelabu? Belum tentu. Ia mengatakan bahwa kondisi awal sebuah hari tak dapat dijadikan kesimpulan bahwa sepanjang hari akan memiliki kondisi yang sama.

Seperti halnya dengan kemacetan, kita pun selalu dengan mudah menyimpulkan sesuatu berdasarkan apa yang kita alami di awal. Macet yang kita alami di ujung jalan tol sudah cukup membuat kita seolah yakin bahwa seluruh ruas jalan tol pun akan macet. Padahal kenyataannya belum tentu. Mungkin saja kemacetan itu hanya terjadi sepanjang beberapa puluh meter, atau satu kilometer saja. Selebihnya lancar jaya. 

Kemacetan sering memotivasi kita untuk menjadi bangsa pengumpat karena akumulasi kejengkelan dan stres. Kita tak jarang menjadi seorang pakar yang ahli berandai-andai dan gampang menyimpulkan apa yang belum terjadi. Seolah kita menjadi tuhan yang mampu memprediksi masa depan. Meskipun sekarang kemacetan bisa dilihat dari Google Map dan aplikasi digital lainnya. 

Dosen saya pernah menuliskan, “We cannot predict the result. But we can only control our behavior.” Kita tidak dapat memprediksi sebuah hasil dari sebuah proses. Yang bisa kita lakukan hanyalah mengendalikan sikap kita. Apakah kemacetan tetap dapat mengontrol emosi dan sikap kita untuk tidak mengeluh, mengumpat dan menyimpulkan sesuatu yang belum tentu benar? Kalau belum, berarti suasana liburan yang seharusnya penuh kegembiraan sudah terkurangi dengan umpatan dan kekesalan yang tidak perlu. Sekarang kita mau menerima dan melakoni kemacetan dengan iklas, atau mengiklaskan diri dengan kemarahan saat terjebak di kemacetan? Hidup adalah pilihan. Selamat berlibur, selamat Natal bagi yang merayakan, dan selamat Tahun Baru 2020. *** (Leo Wahyudi S)

Photo credit: nationalgeographic.grid.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: