Inspiration

AKU ADALAH CINTA

Beberapa waktu lalu saya mengirimkan ucapan selamat ulang tahun ke sahabat. Saya menuliskan “The more you praise and celebrate your life, the more there is in to celebrate.” Semakin kamu memuliakan dan merayakan kehidupanmu, kamu akan menemukan semakin banyak hal yang perlu kau rayakan. Begitu maknanya agar hari kelahiran sahabat saya lebih berarti. 

Tak berapa lama datang balasannya dan mengucapkan terima kasih. Ia dengan jujur mengatakan bahwa dirinya sudah semakin kehilangan akal sehat untuk merayakan kehidupan. Ia semakin merasa dirinya kecil dan bukan siapa-siapa, serta tidak punya siapa-siapa. Ia merasa semakin tak punya alasan untuk hidup. Tapi ia berterimakasih karena sudah diingatkan kembali. 

Saya hanya mengatakan bahwa masih ada banyak alasan bagi kita untuk merayakan kehidupan kita sendiri. Minimal kita harus bersyukur bahwa kita masih punya roh kehidupan. Kita bisa merayakan setiap tarikan nafas dan setiap kita membuang nafas. Roh dan nafas itu layak kita rayakan, karena di sana ada cinta yang menjiwai setiap kehidupan.

Banyak orang yang sibuk mengejar kehidupan dan cinta, tapi tak kunjung mendapatkannya. Jangankan memegang, mencium bias cinta pun kadang tak bisa. Karena tak kunjung teraih, cinta makin hari makin jadi barang langka. Orang sudah malas mencarinya. Orang bosan membayangkannya. Orang bahkan sudah tak percaya lagi dengan cinta, karena sudah lama kehilangan makna. Karena putus asa mengejar cinta, ada banyak yang makin sinis dan menganggap cinta hanyalah bualan kosong. 

Tapi benarkah demikian? Saya sendiri merasakan bahwa cinta adalah ramuan ajaib yang membuat kehidupan menjadi penuh warna dan makna. Karena cinta maka semua manusia tercipta dan ada. Karena cinta maka kehidupan dan kebahagiaan itu selalu ada. Saya yakin kita diciptakan dan dilahirkan dengan membawa benih cinta yang kian hari kian tumbuh besar seiring tubuh yang membawanya. 

Saya sepakat dengan pendapat Erich Fromm,  pakar psikologi sosial, psikoanalisis tentang cinta. Cinta itu bukan sekedar perasaan. Cinta adalah latihan yang memerlukan kedisiplinan, konsentrasi, kesabaran, kesetiaan, dan kekuatan untuk mengalahkan sifat narsistik. Tanpa latihan semacam itu, cinta bisa menghilang, menguap tanpa sebab, meskipun ada sebabnya. 

Kesetiaan dan kesabaran adalah contoh nyata untuk mempertahankan cinta. Kedisiplinan dan konsistensi digunakan untuk memperkuat cinta. Saya merasakan sendiri bahwa untuk mempertahankan cinta ternyata butuh latihan untuk setia dan bertanggung jawab terhadap komitmen. Tanpa itu, cinta akan memudar. 

Dunia ini sudah semakin kacau dan penuh kebencian karena cinta sudah semakin ditinggalkan, dihilangkan, dan selalu diabaikan. Kebencian, peperangan, pembunuhan, ketidakadilan semakin merajalela. Untuk mengubah dunia, jelas saya tak akan mampu. Yang paling bisa saya lakulan adalah dengan mengubah diri saya dulu. Saya harus menemukan dan menghidupi cinta, minimal dari saya sendiri dulu. 

Setiap hari saya selalu melatih diri untuk tetap memiliki cinta. Cara yang saya lakukan adalah dengan sadar mengucapkan, “Aku adalah cinta. Hari ini aku memancarkan cinta, kedamaian, harmoni, kegembiraan, dan kekuatan.” Ucapan ini menjadi doa rutin saya setiap pagi. Harapannya saya akan jadi sumber cinta sehingga semua orang, situasi, kondisi yang saya alami dan temui akan selaras dengan cinta yang saya pancarkan. Meskipun harus mengalami jatuh bangun, ternyata doa sederhana itu selalu berhasil bagi saya. Saya yakin kalau hati saya punya cinta, maka pancarannya akan menyebar dan menulari semua yang ada di sekitar saya. Meski sederhana, doa cinta itu perlu kedisplinan, komitmen, kesetiaan, kesabaran dan kesadaran. 

Cinta terhadap diri sendiri lebih utama sebelum mencintai sesama. Bagaimana mau mencintai orang lain kalau dengan diri sendiri belum ada cinta, belum berdamai. Maka, cintailah dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain, keluarga, masyarakat, pekerjaan. Kita harus punya cinta terhadap diri sendiri agar kita bisa mencintai kehidupan. Mari kita ucapkan, “Aku adalah cinta.” ***

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑