Inspiration

JANGAN MAKSA

Kalau suatu kali Anda disuruh memindahkan sebongkah batu apa yang akan Anda lakukan? Yang jelas Anda akan memasang kuda-kuda, mengerahkan seluruh tenaga, dan mendorongnya sekuat tenaga. Hasilnya? Badan lelah, napas terengah, namun batu itu tetap bergeming di tempatnya. Semakin kita memaksa memindahkan batu itu, semakin habis tenaga kita. Semua seolah sia-sia. 

Ada banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari ketika kita memaksakan diri untuk memindah, mengejar atau mengubah sesuatu. Dan semakin kita ngotot untuk mengejar atau mengubah, hasilnya mengecewakan. Tak ada yang kita raih. Tak ada yang berhasil kita ubah. Kita sering mengira kegagalan itu terjadi karena kurangnya usaha. Padahal, mungkin masalahnya sederhana, kita hanya sedang mendorong dari sudut yang salah.

​Di alam, air tidak pernah bertarung sengit saat membentur karang yang kokoh. Air tak menambah bobotnya menjadi lebih keras dari batu. Air hanya mengalir, mencari celah kecil, berbelok perlahan, lalu membungkus karang itu dari sudut yang berbeda. Tanpa pamer kekuatan, aliran air yang lembut justru mampu mengikis batu keras seiring berjalannya waktu.

​Kehidupan kita kerap kali berjalan dengan pola yang sama. Ketika sebuah masalah terasa buntu, entah itu komunikasi yang terus membentur tembok, target kerja yang mandek, atau kebiasaan buruk yang sulit diubah, insting awal kita adalah memberi tekanan lebih besar. Kita memaksakan diri, menuntut keadaan, atau bahkan bekerja tanpa henti hingga tenaga, waktu, materi, terkuras habis. Kita lupa bahwa menambah dorongan pada arah yang keliru hanya akan memperbesar benturan, bukan menyelesaikan masalah.

​Mengubah sudut pandang bukanlah tanda menyerah atau memikul kekalahan. Mengubah sudut pandang adalah bentuk kebijaksanaan. Ketika kita bersedia mundur satu langkah dan mengubah posisi berdiri, pandangan kita meluas. Hambatan yang tadinya terlihat seperti dinding tebal atau lorong gelap, dari sudut lain mungkin itu hanyalah celah sempit yang sebenarnya bisa kita lalui. Sebuah pergeseran kecil dalam cara kita melihat masalah sering kali menyimpan daya dorong yang jauh lebih besar daripada akumulasi tenaga yang dipaksakan. ​Kemudahan kerap hadir bukan saat kita menambah beban dorongan, melainkan ketika kita menemukan sudut ungkit yang tepat. 

Para pebisnis punya falsafah yang relevan. Semakin kita memaksa, maka semakin kecil kemungkinan kita untuk berhasil. Tapi ketika kita mundur sejenak, maka semuanya akan terbuka, dan kesempatan pun akan hadir secara alami. Saya pun sepakat, kalau kita tidak memaksakan diri dan ngotot, maka kita makin menyimpan kekuatan. Karena kekuatan sesungguhnya tumbuh dalam ketenangan. Maka kalau ingin memindahkan sesuatu yang berat, jangan ngotot dan memaksa untuk terus mendorong, tapi ubahlah sudutnya. 

​Hari ini, jika Anda sedang berhadapan dengan satu hal yang terasa sangat keras dan menyedot energi Anda, berhentilah sejenak. Jangan memaksa atau mendorongnya. Luangkan waktu lima menit untuk duduk hening, lalu cobalah satu pendekatan kecil. Mungkin dengan mengubah cara Anda menyapa seseorang yang sedang berkonflik dengan Anda, atau menyederhanakan satu langkah pertama dari tugas besar yang terus Anda tunda. Eksperimen kecil ini adalah langkah awal untuk membiarkan hal-hal yang sulit bergerak dengan mengubah sudut pandang agar lebih selaras dan ringan.***

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑