Inspiration

BENARKAH HIDUP ITU PERJUANGAN?

Beberapa waktu lalu saya mendengarkan kajian yang dibawakan oleh ulama moderat, Ustad Syaiful Karim. Ada pernyataan sekaligus kritik tajam terhadap pandangan umum yang menjadi salah kaprah, yaitu soal kita memandang hidup. Selama ini kita selalu dicekoki dan didoktrin dari orang tua, sekolah, masyarakat, secara turun-temurun bahwa hidup itu keras, sulit, penuh ketidakadilan. Hidup itu penuh perjuangan. Hidup itu tidak mudah. Tidak ada hidup yang enak dan menyenangkan yang sesuai harapan kita. Kita sadar atau tidak telah menelan mentah-mentah paham dan ajaran itu sebagai keyakinan yang menuntun kita dalam menjalani hidup. Tapi benarkah demikian?

Saya pun termasuk orang yang memiliki sebagian pandangan tersebut, bahwa hidup itu penuh ketidakadilan dan penuh perjuangan. Tidak ada yang mudah dalam hidup. Tapi setelah merenungkan kajian itu, saya pelan-pelan berpikir dan merenung. Saya membayangkan hidup itu seperti mengendarai mobil di bawah guyuran hujan deras. Pandangan ke depan menjadi buram karena air deras yang membasahi kaca depan. Ironisnya, kita sering lupa membersihkan kaca karena sibuk mengutuk malam gelap, hujan lebat, dan jalanan yang dianggap tak bersahabat. Padahal hujan dan badai di luar kendaraan kita akan tetap menjadi badai. Yang membuat perjalanan menjadi tidak menyenangkan dan gelap adalah karena kita sibuk mengutuk dan lupa membersihkan kaca depan mobil. 

Hidup ini persis seperti perjalanan di tengah hujan itu. Sering kali kita terjebak dalam salah kaprah yang melelahkan. Kita selalu menganggap bahwa hidup adalah medan perang yang melulu berisi kesusahan dan perjuangan tanpa akhir. Untuk sekedar makan dan minum satu porsi saja kita harus berjuang berdarah-darah. Meskipun faktanya tidak semengerikan itu. Kita mampu membeli seporsi makan dan minum sederhana dengan mudah, tanpa harus merangkak dan mengemis. Tetapi saat kita memakai kacamata dan keyakinan bahwa hidup itu berat, maka semenyenangkan apa pun hidangan yang tersaji di meja, rasanya tidak akan enak. Yang tercecap di lidah tetaplah rasa pahit dengan tetap meyakini bahwa semua ini sulit didapatkan. Kita terus sibuk dengan keyakinan itu sambil terus bersiap menghadapi hantaman berikutnya, hingga lupa menikmati kehangatan, kenikmatan, kemudahan, keberkahan yang sebenarnya sedang memeluk kita.

Dunia batin kita adalah arsitek utama dari realitas yang kita pijak. Apa yang diyakini di dalam pikiran akan memancar keluar dan membentuk warna dunia yang kita lihat. Ketika kita memutuskan untuk mengubah sudut pandang, lalu mengganti keyakinan lama menjadi keyakinan bahwa hidup ini pada dasarnya menyenangkan, maka sesusah apa pun kondisinya, alam semesta di sekitar kita seolah ikut bergeser secara selaras mengikuti perubahan keyakinan kita. Tantangan tidak lagi tampak sebagai hukuman, melainkan sebagai sebuah panggilan yang mendewasakan.

Mengubah cara pandang dan cara pikir ini bukan tentang menyangkal adanya kesedihan atau memalsukan kebahagiaan. Ini adalah tentang memilih frekuensi ketenangan di tengah badai. Saat pikiran kita hening dan percaya bahwa selalu ada kebaikan di balik setiap tikungan, maka realitas di luar diri akan perlahan melunak, mengikuti keyakinan, kemudahan, dan kedamaian yang sudah kita bangun di dalam batin.

Maka ketika kita menghadapi kehidupan yang berat dan melelahkan, mari kita ubah cara pandang. Tidak mudah, tapi bisa kita coba. Saat semua sedang tidak menyenangkan, cobalah dan paksakan untuk tersenyum, lalu katakan pada diri sendiri, “Ini adalah bagian dari perjalanan hidupku yang menyenangkan.” Saya katakan ini tidak mudah. Tapi kalau kita mau, kita bisa mengucapkannya dengan tulus. Setelah itu, rasakan bahwa hidup akan menjadi ringan untuk dijalani. 

Perubahan sederhana ini adalah jangkar yang akan mengubah seluruh cara pandang kita terhadap hidup. Keyakinan baru ini akan membawa kembali kendali kehidupan ke tempat yang seharusnya yang berasal dari dalam hati kita sendiri. Yakinlah bahwa hidup kita itu sesuai dengan yang kita pikirkan.  Jadi, tepatnya hidup itu adalah perjuangan untuk mengubah keyakinan menjadi lebih positif agar realitas kehidupan selaras dengan apa yang kita pikirkan.*** 

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑