Pernahkah Anda merasa hidup seperti mengalami kehujanan yang tak kunjung reda? Masalah datang silih berganti, bahkan sebelum satu selesai, yang lain sudah menunggu di depan pintu. Mungkin kita semua pernah mengalaminya. Dalam pepatah bijak, mantan Presiden India APJ Abdul Kalam berkata, “Semua burung akan berteduh saat hujan. Tapi, burung elang akan menghindari hujan dengan terbang melampaui awan. Menghadapi masalah itu sudah umum, tapi sikap untuk menghadapi permasalahan itu yang membedakan.”
Kalimat ini sederhana, namun sarat makna. Kita pun hampir selalu mencari tempat berteduh ketika kehujanan. Kita mencari tempat untuk menyejukkan hati dan pikiran yang sedang panas karena dilanda persoalan. Jarang yang mengambil sikap seperti burung elang. Saat menghadapi persoalan, justru ia mencari solusi dengan terbang melampaui awan agar tidak diterpa badai dan hujan. Kita pun jarang yang berani mengambil sikap ketika menghadapi permasalahan. Lebih sering kita justru memperburuk persoalan dengan masuk ke dalam persoalan tanpa mencari solusinya.
Apa pesan yang tersirat? Masalah adalah bagian alami dari hidup, tetapi cara kita merespons masalah itulah yang menentukan kualitas hidup kita. Kita sering diajarkan untuk “bertahan” saat badai dan hujan datang. Namun, bagaimana jika kita mengubah cara pandang? Alih-alih sekadar berteduh, kita bisa memilih untuk “terbang lebih tinggi”. Terbang di atas awan bukan berarti melarikan diri dari kenyataan, melainkan melihat masalah dari perspektif yang lebih luas. Saat kita berada di ketinggian, hujan mungkin masih turun di bawah, tetapi kita bisa melihat matahari yang tetap bersinar di atas awan. Kita seolah bisa melihat titik terang atau solusi atas permasalahan yang kita hadapi.
Cara kita bersikap dan menyikapi itu menjadi kunci pentingnya. Sikap positif bukan berarti menutup mata dari kenyataan pahit, tetapi memilih fokus pada solusi, peluang, dan pembelajaran yang datang bersama tantangan. Kita tidak bisa mengendalikan semua situasi, tetapi kita selalu bisa mengendalikan cara kita bereaksi. Kita bisa berfokus pada solusi. Bukan malah masuk dan berhenti di dalam persoalan.
Agar tidak tenggelam dalam persoalan yang kita hadapi, kita bisa bersikap seperti burung elang. Kita bisa bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana saya bisa naik lebih tinggi dari ini?”, ”Bagaimana saya mendapat solusi?” Pertanyaan itu akan mengarahkan pikiran kita untuk mencari jalan pemecahan. Saat kita menghadapi permasalahan kita jangan mencari jalan ke luar, tetapi harus ke dalam diri dulu. Apa yang di luar adalah cerminan dari dalam diri. Ketika kita bisa masuk ke dalam, itu sudah menjadi bagian dari sebuah solusi. Masuk ke kedalaman diri itu seperti terbang melampaui awan, sehingga kita bisa melihat matahari di atas mendung kelabu yang menerpa kita sebelumnya.
Kita mungkin tidak bisa menjadi elang secara fisik, tetapi secara mental dan emosional, kita bisa belajar dari kebebasan dan keberanian mereka. Elang tidak membuang waktu mengeluh pada hujan. Secara naluriah ia hanya memutuskan untuk terbang di atasnya agar tidak tertimpa hujan dan badai.
Hari ini, mari kita mulai melatih diri untuk terbang lebih tinggi. Saat rintangan muncul, kita perlu mengingat bahwa badai tidak datang untuk menghancurkan hidup kita, tapi untuk menguji seberapa kuat tekad kita. Kita punya sayap yang cukup kuat untuk melewati awan jika mau menggunakannya.
Masalah akan selalu ada dalam hidup kita. Tetapi, sikap kitalah yang akan menjadi pembeda yang menentukan apakah kita sekadar bertahan atau benar-benar melesat menuju langit cerah untuk mendapatkan solusi. Elang yang terbang di atas awan menginspirasi kita untuk mengubah cara menyikapi permasalahan agar hidup kita bisa berubah. Apa pun masalahnya, jadilah bagian dari solusi. Jangan hanya duduk, menunjuk, dan mengutuk masalahnya. Mari kita terbang di atas awan mendung seperti elang. ***

Leave a comment