Inspiration

TERGODA LIMA MENIT 

Bayangkan kita sedang duduk sendirian di rumah malam-malam, perut keroncongan karena lapar. Tiba-tiba kita melihat ada sekotak donat cokelat di meja. Kita sudah berniat diet ketat mulai hari ini, tapi lima menit setelah kita melihat donat itu, tangan kita sudah gatal. Air liur keluar. Akhirnya, kita memutuskan untuk memakan donat itu. Malam itu donat terasa nikmat. Padahal keesokan paginya kita menyesal karena niat diet kita gagal. 

Banyak pelaku kejahatan setelah tertangkap mengaku bahwa mereka berbuat jahat karena ada godaan. Mereka menuduh pihak lain sebagai pihak yang menggoda. Kasus perkosaan, korupsi, perselingkuhan adalah kasus yang bisa dijadikan contoh. Mereka tidak ingin dipersalahkan sehingga mencari biang kesalahan dengan alasan tergoda, digoda, dan ada penggoda. 

Padahal sebenarnya godaan itu tidak ada. Semua realitas atau kejadian di luar diri kita adalah netral. Pikiran kitalah yang menciptakan realitas netral itu sebagai godaan. Kita sendirilah yang mengizinkan pikiran kita untuk tergoda. Padahal realitas itu sama sekali tidak bermaksud menggoda. Ia hanyalah realitas, atau kenyataan yang kita lihat, kita alami, kita rasakan.

Tulisan ini mengajak kita untuk merenung sejenak tentang godaan dalam hidup. Konon katanya seorang yang menyerah terhadap godaan setelah lima menit tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi jika dia mau bertahan terhadap godaan selama satu jam penuh. Dan karena sering menyerah cepat, kita jadi terpenjara dalam kebiasaan buruk yang membatasi hidup kita sendiri.

Saya sering mengalaminya saat kita punya niatan baik, sekecil apa pun, tiba-tiba dunia di sekitar kita menjelma menjadi dunia yang penuh godaan. Tanpa sadar kita membiarkan pikiran kita menuduh apa pun yang ada di sekitar kita menjadi penggoda. Hal yang biasa dan bahkan tidak kita minati pun bisa jadi godaan. Misalnya, saat saya berniat untuk ramah dan berbagi senyum dalam sehari. Tiba-tiba kita dipertemukan dengan orang atau situasi yang menjengkelkan yang membuat senyum kita jadi terhambat. Saat kita berniat untuk puasa, tiba-tiba makanan yang tak pernah kita lirik saat hari biasa tanpa niat kini berubah menjadi makanan yang menggiurkan. Anda pun pasti pernah mengalami situasi semacam ini.

Namun ada banyak cerita tentang keteguhan dan ketahanan terhadap godaan yang layak dicontoh. Kebanyakan kebiasaan buruk kita bermula saat kita membiarkan diri tergoda pada “lima menit pertama”. Setelah itu, godaan biasanya akan melemah. Di sinilah orang biasanya selalu cepat menyerah.  Hanya sedikit yang tahu bahwa godaan itu sesungguhnya lemah. Kembali lagi pada soal kesadaran. Kita tergoda karena pikiran kita mengizinkan diri kita digoda. 

Kita semua punya godaan masing-masing, makan junk food, menunda pekerjaan, cepat marah, atau belanja impulsif. Kita bisa mengatasinya dengan kesadaran dan ketahanan. Kita bisa mencoba sebuah trik sederhana: saat godaan datang, katakan dalam hati, “Aku tahan dulu satu jam saja”, “Itu bukan godaan yang menggodaku”, “Aku tidak tergoda”. Agar bertahan, kita bisa memasang timer, minum air, jalan-jalan sebentar, atau menelepon teman. Satu jam itu bukan waktu yang lama, hanya 60 menit. Tapi kalau kita kuat dan kokoh bertahan, di ujungnya kita akan menemukan versi diri yang lebih kuat, lebih tenang, dan lebih bahagia. Kita tidak lagi gampang menuduh apa pun di luar diri kita sebagai godaan atau penggoda. 

Setiap kali kita bisa bertahan, kita bukan hanya menang melawan godaan. Kita membuka pintu menuju kehidupan yang lebih luas, lebih berarti, lebih berkesadaran. Kita bukan lagi menjadi budak dari kebiasaan buruk, tapi menjadi kapten atas hidup kita sendiri. Anggap saja godaan itu hanya di lima menit pertama. Kita niatkan untuk bertahan dan melawan godaan selama 15 menit, 30 menit, atau satu jam. Jangan biarkan Anda tergoda di lima menit pertama. Lima belas menit atau satu jam Anda untuk bertahan pada hari ini bisa menjadi awal perubahan besar besok. ***

One thought on “Inspiration

Add yours

Leave a reply to Anonymous Cancel reply

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑