Inspiration

MENGINGAT MASA DEPAN, MELEPAS MASA LALU

Pernahkah Anda merasa terjebak dalam pemikiran seolah hidup ini hanyalah pengulangan dari hari kemarin, minggu lalu, atau bahkan tahun-tahun yang sudah berlalu? Kita sering tanpa sadar menjadi sutradara film yang sama, di mana skenarionya sudah ditulis oleh kenangan, penyesalan, atau bahkan kebahagiaan masa lalu. Kita begitu terikat pada siapa kita di masa lalu, sehingga lupa bahwa kita punya kekuatan luar biasa untuk menciptakan siapa kita di masa depan.

Ikatan masa lalu yang kuat, atau memang tidak mau kita lepas, itu membuat kita tipe orang yang gamon, atau gagal move on, alias tidak mau bergerak maju. Kita masih selalu hidup dalam kenangan masa lalu, entah yang menyakitkan atau yang membahagiakan. Kita lupa esensi hidup, bahwa sejatinya hidup adalah saat ini, di sini, dan sekarang ini.

Mari kita jujur mengakui bahwa otak kita senang dengan hal yang familiar. Setiap pengalaman yang kita lalui, baik atau buruk, menciptakan jalur saraf. Semakin sering kita memutar ulang pengalaman itu, baik secara pikiran maupun emosi, semakin dalam jalur itu terukir. Ini seperti sebuah parit yang dalam. Air akan selalu mengalir ke sana karena itu adalah jalan termudah.

Misalnya, jika Anda pernah gagal dalam suatu hal, pikiran Anda mungkin terus memutar ulang kegagalan itu, dan tubuh Anda akan merespons dengan rasa takut atau kecewa. Tanpa sadar, kita terus-menerus memprogram diri kita sendiri untuk mengulang pola yang sama. Kita menjadi budak dari kebiasaan emosional dan mental kita. Tak heran kalau hidup kita akrab dengan kegagalan. 

Lalu, bagaimana kita bisa keluar dari lingkaran ini? Langkah pertama adalah kesadaran. Sadari bahwa kita semua memiliki pilihan dalam hidup. Kita bisa berhenti menjadi sutradara film lama dan mulai menulis naskah baru untuk hidup kita. Ini bukan tentang melupakan masa lalu, tetapi melepaskan kekuatan masa lalu untuk mendikte masa kini dan masa depan kita.

Bayangkan sebuah balapan. Jika Anda terus-menerus melihat ke belakang, Anda tidak akan pernah bisa berlari dengan kecepatan penuh ke garis finis. Masa lalu adalah kaca spion. Spion ada untuk memberikan perspektif dan arah, bukan untuk terus-menerus dilihat saat mengemudi sampai lupa kalau kita sedang mengemudi.

Saya terinspirasi oleh gagasan revolusioner Dr. Joe Dispenza tentang Mengingat Masa Depan (Future Memory Programming). Ini bukan fiksi ilmiah, melainkan sebuah undangan untuk mengambil kembali kendali atas realitas hidup kita saat ini. Konsep “Mengingat Masa Depan” adalah tentang merasakan masa depan yang kita inginkan, di sini dan sekarang. Ini lebih dari sekadar visualisasi. Ini adalah tentang menjadi orang yang kita dambakan. 

Misalnya, jika kita ingin menjadi lebih sehat, jangan hanya berharap. Mulailah merasakan energi kesehatan di setiap sel tubuh kita, seolah-olah kita sudah sehat sekarang. Rasakan semangat, kelincahan, dan vitalitasnya. Jika kita ingin berkelimpahan, rasakan rasa syukur dan kelimpahan itu sekarang, seolah-olah semua keinginan Anda sudah terpenuhi.

Ketika kita menggabungkan niat yang jelas tentang apa yang kita inginkan dengan perasaan seolah-olah itu sudah terjadi, maka kita menciptakan medan energi yang kuat. Otak dan hati kita menjadi selaras, memancarkan getaran yang menarik realitas yang kita inginkan. Ini seperti pemancar radio. Kita harus menyetel frekuensi yang tepat untuk menerima siaran yang kita inginkan.

Ini adalah undangan untuk menjadi seorang juru mudi dalam hidup kita sendiri dengan mengubah masa lalu yang biasa menjadi masa depan yang luar biasa. Mari kita lepaskan belenggu yang menahan kita. Mulailah mengingat masa depan yang kita impikan. Alam semesta akan merespons energi baru kita. Masa depan adalah sesuatu yang kita ciptakan dengan setiap pikiran dan perasaan yang kita miliki. Sudah siap untuk mulai mengingat masa depan Anda?***

Foto dari https://johnmattone.com/blog/the-seven-characteristics-of-the-visionary-leader/

2 thoughts on “Inspiration

Add yours

Leave a reply to Leo Wahyudi S Cancel reply

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑