Inspiration

BIAR DAMAI, JAUHI GOSIP

Hari-hari ini suhu politik negeri ini makin memanas. Langkah orang nomor satu negeri ini sedang jadi sorotan. Hujatan, makian, kekecewaan, tuduhan semua menuding ke muka pemimpin yang selama ini dikagumi seluruh rakyat. Langkah politik yang dinilai salah dan memihak pada kepentingan keluarganya menjadi sumber persoalan yang membuat rakyat jatuh dalam kekecewaan, hilang pengharapan, dan memicu perpecahan.

Sebagian konten medsos, ruang-ruang diskusi publik, grup WhatsApp, media dijejali isu dan komentar miring tentang dugaan, asumsi, dan tuduhan terhadap pemimpin yang seharusnya menjadi suri teladan rakyat. Untunglah Jokowi konsisten dengan sikapnya yang selalu diam penuh arti. Hanya dia yang tahu sesungguhnya di balik langkah politik yang membuat namanya terpuruk saat ini.

Saya pun sempat ikut terpancing oleh rasa kecewa. Dia adalah patron, model pemimpin yang saya kagumi, baik gaya kepemimpinannya, gaya hidupnya yang sederhana. Tapi, belakangan saya mencoba berpikir jernih. Saya kecewa karena saya berharap terlalu banyak. Saya sudah berpikir terlalu jauh, overthinking, tentang nasib negeri ke depan yang akan diemban oleh anak bau kencur. Padahal faktanya belum.

Tiba-tiba saya menemukan sebuah unggahan di Instagram tentang sosok Keanu Reeves. Kebanyakan orang tahu dialah pesohor dan bintang film Holywood terkemuka. Film-filmnya selalu box office. Dialah bintang The Matrix, John Wick, Constantine. Aktor Kanada itu hidupnya tragis di masa kecil dan bahkan penuh drama hingga dewasa. Tapi kedermawanannya luar biasa. Ia pernah mendonasikan US$ 50 juta dari penghasilannya untuk kru film, produksi, kostum, stunt man. Karena dari merekalah ia bisa menjadi bintang. 

Keanu Reeves suatu kali berkata, “Hidup saya saat ini berada di tempat dimana saya menjauh dari obrolan-obrolan. Sekalipun Anda mengatakan 1+1=5, Anda benar, bergembiralah.” Ia memilih kedamaian hidup daripada susah-susah mencari pembuktian hidup kata akun @mindset.therapy di Instagram. 

Lama saya merenungkan maknanya. Saya lalu sadar, bahwa sikap ini sangat aktual di tengah tahun politik dan suhu politik Indonesia yang makin memanas menjelang Pemilu 2024. Mengapa saya harus pusing, marah, kecewa, dan ikut-ikutan menghujat dan menghakimi orang lain? 

Kalaupun saya ikut nyinyir, apakah akan mengubah konstelasi dan peta politik yang sedang terjadi? Kalau saya ikut protes, apakah akan mengubah keadaan menjadi seperti yang saya dambakan? Tidak juga. Justru saya yang rugi karena energi terkuras oleh kemarahan dan kekecewaan.

Saya mengadopsi cara pikir Keanu saja. Saya membayangkan seorang sopir bajaj di Jakarta yang penuh kemacetan. Kita tidak tahu kapan sopir bajaj akan berbelok, dan jalan mana yang akan diambil. Hanya sopir itu dan Tuhan saja yang tahu kapan dan ke mana dia belok. Saya sekarang melihat Jokowi seperti sopir bajaj yang pintar dan cerdik daripada saya pusing dan membuang energi. Toh hanya dia dan Tuhan yang tahu soal manuver politiknya. Tak ada yang tahu, sekalipun pengamat politik terbaik. 

Saya ingin pikiran dan hati damai. Terserah orang mau omong atau berpendapat apa. Silakan, Anda benar, dan bergembiralah dengan pendapat Anda. Persis seperti sikap Keanu. Semua orang berhak menentukan pilihan hidup dan pilihan politiknya. Mau damai, mau susah, mau ribut, mau perang, mau bersaudara. 

Saya lebih baik menjauhi gosip politik, biar hati dan pikiran damai. Bukan berarti saya anti politik, tetapi saya menyikapinya dengan bijak. Biar kepala dan hati adhem untuk menikmati hidup saat ini. Biar mulut dan jari juga ada rem cakram anti selip. Terima kasih Keanu, Anda layak mendapat bintang. ***(Leo Wahyudi S)

Foto dari https://fandomwire.com/keanu-reeves-risked-his-life-20-times-on-the-top-of-a-46-story-building-for-a-14000000-payday-without-complaining-a-single-time/

2 thoughts on “Inspiration

Add yours

Leave a reply to Leo Wahyudi S Cancel reply

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑