Inspiration

SELAMAT TINGGAL BENCI

Saya selalu merasa bahwa selama ini bersih. Tapi ternyata setelah saya renungkan, saya salah besar, dan terlalu congkak secara batin. Nyatanya saya masih menyimpan sakit hati dan kebencian pada beberapa orang. Parahnya, saya masih menyimpan rasa benci itu sekalipun orangnya telah meninggal belum lama ini. Saya merasakan pergumulan batin setiap hari, antara memuaskan ego dengan kebencian dan nurani untuk memaafkan. 

Syukur alhamdulillah, puji Tuhan, akhirnya belum lama ini saya bisa memenangkan pergumulan batin yang berlangsung beberapa tahun ini. Saya bisa memaafkan orang-orang yang telah membuat saya sakit hati dan membuat saya benci. Lega rasanya beban dan penyakit hati ini saat terlepas.

Sebelumnya, sakit hati saya itu muncul setelah saya merasa kebaikan yang saya berikan dibalas dengan kebencian dan fitnah.Namun saya bisa menghilangkan kebencian itu gegara mimpi di saat saya sedang mengalami kesakitan fisik. Tiba-tiba gambaran orang itu muncul dalam suasana akrab yang penuh canda tawa saat ia masih hidup. Saya tersadar bahwa ia pernah menjadi seorang sahabat, bahkan seperti saudara sendiri. Ketulusan, kejujuran, kedekatan, keriangan, rasa solidaritasnya dulu tetiba memenuhi memori. 

Dengan mengingat segala sisi yang baik dari orang itu, kebencian yang hampir membatu itu akhirnya perlahan mencair. Saya lalu tersenyum dan mau memaafkan segala perilakunya yang menyakitkan. Semoga di alam keabadian jiwanya pun makin merasa tenang. Mumpung momen hati saya sedang lempeng, saya pun mengingat semua orang yang tidak saya sukai, yang mengecewakan, yang melukai hati, dan memaafkan mereka semua. Saya tak peduli apakah mereka tahu atau tidak, tapi sikap memaafkan itu hanya untuk diri dan hati saya agar tidak lagi terkungkung dalam energi gelap bernama kebencian. Kembali saya tersenyum lega dan bersyukur pada semesta. 

Orang bijak mengatakan bahwa membenci orang itu ibarat membakar rumah sendiri demi menghilangkan seekor tikus. Tikus itu bukanlah orang yang kita benci, tetapi ego dan kesombongan diri kita sendiri. Membenci orang toh tak akan mengubah orang yang kita benci menjadi baik seturut pikiran kita. Belum tentu juga orang itu tahu kalau kita membenci dirinya. Justru tanpa kita sadari kita sedang membakar rumah diri kita dengan api kemarahan dan kebencian. Dengan kebencian, kita sedang menyirami bensin di jerami kesombongan kita sendiri yang sewaktu-waktu dapat tersulut api. Kalau rumah diri kita terbakar, hidup kita hancur, tubuh kita terserang penyakit, apakah lantas orang yang kita benci akan mengasihani kita? Memperhatikan kita, mengelus-elus kepala kita dengan penghiburan? Belum tentu. 

Kebencian itu membuat hidup makin gelap. Kebencian hanya menjadi upaya untuk memperlihatkan kita tak berdaya dan putus asa. Kebencian seolah menjadi sebuah ancaman yang membuat kita tergerak untuk melawan seseorang. Kata orang, kebencian itu merupakan distorsi atau pembelokan dari kemarahan dan ketakutan. Lalu kemarahan itu menjadi semacam bahan bakar, dan kebencian akan menjadi semacam kanker yang siap menyebar ke stadium lebih tinggi. 

Saya yakin bahwa sikap memaafkan itu bagi orang yang berpihak pada saya akan dianggap sebagai kekalahan ego. Tapi justru kini saya yakini bahwa memaafkan itu menjadi sebuah tiket untuk melanjutkan perjalanan saya ke arah yang lebih baik, lebih menjanjikan, lebih membahagiakan. Saya yakin jalan saya pada keberlimpahan, berkah kebaikan, kesehatan akan makin terbuka aksesnya. 

Benar saja. Setelah mimpi malam itu, saya menyambut pagi seolah menjadi pagi pertama dalam hidup.  Indah dan menakjubkan. Lalu kebaikan dan keberlimpahan pun satu per satu menghampiri saya dengan orang-orang baik dan penuh cinta, dengan rejeki tak terduga, dengan pekerjaan, dengan harapan dan antusiasme untuk menjalani hidup. 

Indahnya memaafkan masa lalu dan membiarkannya berlalu dengan rasa penuh syukur. Saya sendiri merasakan kondisi ini membawa saya untuk memeluk masa kini dan masa depan dengan penuh cinta, antusiasme, dan penuh gairah. Selamat tinggal kebencian.***(Leo Wahyudi S)

​​Foto dari https://lifehopeandtruth.com/change/blog/fighting-the-works-of-the-flesh-hatred/

One thought on “Inspiration

Add yours

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑