Literature

ANTARA DUA KATA

Malam merangkak jauh. Meninggalkan arakan mendung yang tak sempat mengucapkan janji. Akhirnya mendung pun berurai dalam derai hujan. Rinainya jatuh seolah ingin memeluk kegelapan malam. Bergemericik mendendangkan senandung senyap yang menembus genting rumahku. Mataku masih nanar menatap langit-langit kamar. Selalu kusempatkan kerlingan mataku ke sebelahku. Semerbak wangi tubuh perempuanku masih serasa seperti ketika aku mulai menggamit dayung yang akan menolakkan aku dan dia di samudera cinta dan kehidupan. Bantal dan warna kesukaannya masih selalu setia menemaniku. Rinai hujan juga selalu menghunjamkan segala makna tentang cinta dan kehidupan.

Perayaan dan penebusan Paskah selalu membuatku terhenyak. Sudah hampir 40 kali aku merayakan Paskah dan segala ritual yang menggemakan kebangkitan Sang Mesias. Tapi pada perayaan tahun ini, rasanya aku baru belajar arti Paskah yang sarat makna pengorbanan, pengkianatan, penebusan, pemaafan. Satu demi satu makna itu kini mulai terasa menusuk di sanubari terdalam dalam diriku. Mataku masih belum sepenuhnya percaya. Di sebelahku masih ada selimut terlipat. Sengaja kubiarkan dari Paskah tahun lalu. Semerbak harum perempuan pujaanku masih saja tinggal di sebelahku.

Kuusap segurat air yang meleleh dari mata kiriku. Apakah usapan itu sebagai tanda maafku? Aku belum tahu. Ada garis tebal antara kata maaf dan mualaf. Aku kini bahkan tak berani mengingat bahwa aku dan istriku dulu selalu menjadi yang terdepan dalam pelayanan. Rinai hujan dari semalam pun belum sanggup menghapus garis hitam pekat di antara dua kata itu. Mungkin aku harus menggulingkan batu kubur bersama dua bidadari kecilku agar bisa bangkit. Entahlah. Segalanya akan embuh pada waktunya, gumamku.***

(Pentigraf ini sudah diterbitkan dalam antologi 200 Cerpen Tiga Paragraf “Pedagang Jambu Biji dari Phnom Penh”, yang diterbitkan oleh Penerbit Kosa Kata Kita: Jakarta, 2017)

Photo credit: cnnindonesia.com  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: