Inspiration

MENUNGGU TIDAK SELAMANYA BIKIN JEMU

Ketika kita memperhatikan seorang pemanah yang sedang membidik sasarannya, kita melihat sebuah proses yang luar biasa. Saat busur ditarik hingga maksimal, sang pemanah hanya diam, fokus, konsentrasi, napas tenang. Ada satu titik diam yang sakral yang dibidik sebelum anak panah itu melesat. Di titik itu, sang pemanah tidak lagi bertarung dengan senarnya. Ia tidak gemetar karena ragu. Ia tidak memaksa angin untuk berhenti bertiup. Ia hanya melepaskan anak panahnya. Justru dalam pelepasan yang tenang itulah, anak panah menemukan jalannya menuju titik pusat. Kehidupan kita dan segala keinginan yang kita tanam dalam benak sering kali bekerja dengan cara yang serupa.

Saya yakin kita semua punya niat, harapan, dambaan, atau mimpi. Kita melemparkan angan-angan tersebut dan menunggu mimpi itu menjadi kenyataan. Persis prosesnya dengan seorang pemanah yang melepaskan anak panahnya. Dalam proses menunggu hasil akhir dari mimpi, perjalanan batin kita kerap terjebak dalam keriuhan pikiran sendiri. Kita menunggu dengan penuh harap. Bahkan kita tak rela melepaskan sedetik pun impian dan harapan itu. 

Kita merasa bahwa semakin keras kita berharap-harap dan mengejar, semakin cepat impian itu akan menjadi kenyataan. Namun, dalam hukum manifestasi, Neville Goddard pernah mengingatkan kita tentang sebuah rahasia yang berkebalikan atau paradoks. Dari pengalamannya, terkabulnya sebuah mimpi atau doa atau keinginan kita justru terjadi saat kita berada dalam kondisi rileks, seolah-olah apa yang kita impikan sudah menjadi bagian dari sejarah hidup kita hari ini. Jadi, bukan jemu karena menunggu, tapi meyakini bahwa impian itu seolah sudah menjadi kenyataan.

Kita membayangkan seperti sedang duduk di taman dan mencium harumnya bunga mawar sekilas. Kita ingin menghirup seluruh aroma wangi itu. Lalu kita berusaha mencari sumber aroma, bahkan berlari untuk mengejarnya. Jika kita berlari mengejarnya dengan napas terengah-engah, aroma itu akan tertiup angin dan menjauh. Tetapi, jika kita duduk tenang, membiarkan tubuh rileks dan meyakini bahwa keharuman itu sudah ada di taman itu, maka perlahan-lahan indra penciuman kita akan menangkap kehadiran aroma wangi bunga itu tanpa perlu usaha yang keras. Sikap rileks bukanlah tanda kepasrahan yang kalah, melainkan bentuk keyakinan yang paling tinggi. Kita tidak lagi memaksa karena kita yakin bahwa sesuatu itu sudah milik kita. 

Saya sepakat dengan apa yang dikatakan mantan Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln. “Berbagai hal datang pada orang yang menunggu. Tapi berbagai hal akan meninggalkan orang yang terburu-buru,” katanya. Menunggu tidak selamanya bikin jemu, karena kita justru akan mendapatkan sesuatu. Tapi kalau kita terburu-buru, kita seolah sedang memaksa sebuah proses kehidupan. Alhasil, kita malah akan kehilangan apa yang kita impikan kalau kita tergesa dan memaksa. 

Saat kita merasa tegang dan tergesa-gesa, sebenarnya kita sedang berteriak kepada semesta bahwa kita belum memilikinya. Getaran kekurangan inilah yang justru menjauhkan apa yang kita harapkan. Sebaliknya, ketika kita menghela napas dalam, mengendurkan bahu, dan tersenyum seolah-olah kabar baik itu baru saja kita terima, kita sedang menyelaraskan diri dengan realitas baru tersebut. 

Ketenangan adalah jembatan tercepat menuju kenyataan. Dalam keheningan yang penuh keyakinan, jarak antara keinginan dan kenyataan akan dipangkas, bahkan tidak lagi berjarak. Mari kita belajar untuk tidak lagi menggenggam angan-angan atau mimpi terlalu erat hingga jemari kita memutih dan sakit. Longgarkan genggaman itu, percayalah bahwa semua ada prosesnya. Tidak usah menunggu hingga jemu. Biarkan apa yang sudah menjadi hak Anda datang mengetuk pintu dengan caranya yang paling indah. Anda sudah sampai pada impian itu. 

Maka, saat menunggu, buatlah pikiran rileks, yakinlah bahwa anak panah impian itu sebentar lagi tepat menghunjam sasaran yang kita inginkan. Kita cukup bersikap tenang di dalam kepastian itu. Saat mengingat mimpi atau harapan Anda, cukup katakan, “Terima kasih karena semuanya sudah terjadi dan selesai dengan baik,” maka mimpi dan harapan Anda menjadi kenyataan. ***

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑