Inspiration

DOA LEWAT AIR

Kebiasaan sering membuat hal luar biasa menjadi biasa. Semua berjalan otomatis. Demikian pula saat kita berurusan dengan air yang menjadi kebutuhan vital sehari-hari. Saat mandi, cuci tangan, semua mengalir dan terbuang begitu saja. Kita menuangkan air ke dalam gelas, lalu meminumnya begitu saja  tanpa pikir, tanpa jeda, tanpa rasa. Kita semua pernah melakukannya. Bahkan mungkin kita lakukan setiap hari. Namun tanpa kita sadari, ada sebuah kesempatan emas yang sering kita lewatkan dalam kebiasaan paling sederhana itu.

Untuk memberi makna pada air, kita perlu belajar pada Masaru Emoto, seorang ilmuwan Jepang yang mencurahkan hidupnya untuk memahami misteri air. Ia menemukan sesuatu yang mengguncang cara kita memandang cairan yang selalu kita anggap biasa di muka bumi ini. Melalui eksperimennya, ia memotret kristal air yang telah diberi perlakuan berbeda. Ada yang didoakan, dibisiki kata “cinta” dan “terima kasih”. Ada pula yang dipaparkan pada kata-kata kasar dan penuh amarah. Hasilnya membuat dunia terdiam. Air yang menerima energi positif membentuk kristal heksagonal yang memukau, indah, dan simetris seperti kepingan salju di dongeng. Sementara air yang menerima energi negatif struktur kristalnya rusak, runtuh, kacau. Bentuk kristalnya tidak beraturan.

Lebih dari tujuh puluh persen tubuh kita adalah air. Artinya, kita bukan sekadar makhluk yang minum air. Kita boleh dikata air yang bernyawa, berjalan, berpikir, dan bergerak. Kita merasakan seolah setiap sel dalam tubuh kita berenang dalam samudra kecil yang tak terlihat. Sebagaimana air yang mampu menyimpan energi, mampu merespons niat dan kata-kata, maka tubuh kita pun sesungguhnya sedang terus-menerus menyerap apa pun yang kita tuangkan ke dalamnya, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara energi. Ia menyerap apa kata-kata, pikiran, doa, kekesalan, emosi, kebahagiaan, harapan, cinta, dan segala rupa perasaan kita. Semua adalah energi.

Kita meyakini bahwa pikiran dan kata adalah doa. Di sinilah doa menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar ritual. Ketika kita memegang segelas air, memejamkan mata sejenak, dan dengan tulus mengucapkan rasa syukur atau niat kesembuhan, maka kita sesungguhnya sedang menulis pesan di dalam setiap molekul yang akan segera menyatu dengan tubuh Anda. Kita sedang berbicara kepada diri sendiri dalam bahasa yang paling purba dan paling jujur, yaitu bahasa energi.

Kita tidak perlu menjadi orang suci terlebih dulu untuk melakukan ini. Kita tidak perlu menjadi seorang dukun yang selalu menggunakan air untuk penyembuhan atau mengusir roh jahat. Kita cukup berhenti sebentar dan membangkitkan kesadaran. Kita pegang gelas itu dengan kedua tangan, merasakan dingin atau hangatnya, tarik napas, lalu kita bisa membisikkan niat baik kita. Kita biarkan air itu membawa kedamaian, membawa kesembuhan, membawa cahaya ke setiap sudut tubuh yang lelah. Sesederhana itu. Namun dampaknya, jika kita lakukan dengan konsisten dan sepenuh hati, ia bisa jauh melampaui apa yang bisa dijelaskan oleh kata-kata.

Kita hidup di dunia yang mengajarkan kita untuk mencari kesehatan di tempat-tempat yang jauh dan mahal. Di apotek, di klinik, di suplemen berlabel asing. Namun Emoto mengingatkan kita bahwa ada kekuatan penyembuhan yang selama ini sudah ada di genggaman tangan kita. Ia menunggu untuk diaktifkan bukan dengan uang, melainkan dengan kesadaran dan ketulusan lewat rasa, pikiran, dan kata. Dan tubuh kita, yang sebagian besarnya adalah air, sedang menunggu untuk mendengarnya.

Maka mulai hari ini, jadikan momen minum air sebagai ritual kecil yang sakral. Doakan yang baik pada air yang kita pakai. Saya pernah berpesan pada keluarga, jangan pernah marah atau mengumpat ketika di kamar mandi. Air dapat merekam energi kita. Kalau energi yang masuk jelek, maka seluruh keluarga pun akan merasakan energi jelek dari air yang kita pakai bersama. ***

One thought on “Inspiration

Add yours

  1. ada pepatah “karena nila setitik, rusak susu sebelanga” tetapi ada iman yang besar “karena air babtis, rontok dosa selamanya”… guks.. guks..

    Like

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑