Anda mungkin pernah berjalan di bawah pohon rindang saat matahari sedang terik dan merasakan keteduhannya. Di antara celah-celah dedaunan, kita masih bisa melihat sinar matahari yang menembus dedaunan, menciptakan pola cahaya dan bayangan yang indah di tanah. Suasana semacam ini akan lebih dramatis saat kita berada di tengah kerimbunan hutan. Suasana semacam itu dalam bahasa Jepang, fenomena ini punya nama yang begitu puitis dan indah, yaitu Komorabi.
Komorabi bukan hanya tentang cahaya dan alam, tapi juga bisa jadi analogi sederhana untuk kehidupan kita. Terkadang, hidup terasa seperti hutan yang lebat. Kita dilingkupi kegelapan dan keruwetan dan belukar yang bisa melukai kulit. Ada tantangan, ada masalah, dan ada momen di mana kita merasa seperti sedang berjalan dalam kegelapan. Dedaunan yang tebal di atas kerimbunan pepohonan itu melambangkan segala kesulitan yang menutupi pandangan. Kerimbunan itu membuat kita seolah terjebak.
Tapi, Komorabi mengajarkan kita satu hal, bahwa cahaya itu selalu ada. Meskipun tertutup oleh rintangan, ada celah-celah kecil yang akan membiarkan sinarnya masuk. Mungkin itu adalah momen kecil kebahagiaan di tengah kesibukan, secercah harapan saat kita merasa putus asa, atau dukungan dari orang terdekat.
Analoginya dapat kita lihat saat anak kita sedang belajar untuk ujian. Materi yang harus dipelajari terasa begitu banyak, bagai hutan belantara yang tak berujung. Rasa cemas dan lelah mungkin seperti dedaunan tebal yang menghalangi pandangannya. Tapi, ketika ia berhasil memahami satu bab, atau mendapat nilai bagus di kuis kecil, itulah Komorabi-nya. Sinar kecil yang memberinya semangat untuk terus maju.
Atau seorang pengusaha yang sedang merintis bisnis. Rintangan datang silih berganti. Pasar tidak menentu, pesaing semakin banyak, dan modal terasa menipis. Semua itu adalah dedaunan yang menutupi. Namun, saat ada pelanggan yang memberikan ulasan positif, atau ada investor yang tertarik dengan idenya, itulah Komorabi yang muncul. Sinar itu mengingatkan dirinya bahwa kerja kerasnya tidak sia-sia.
Ketika kita menghadapi beragam persoalan dan merasa jalan terasa buntu, coba luangkan waktu sejenak. Angkat kepala, dan perhatikan sekeliling kita. Ada Komorabi yang sedang menanti untuk ditemukan. Mungkin kita tidak bisa menghentikan dedaunan itu tumbuh, tapi kita bisa memilih untuk mencari celah-celahnya. Kita bisa fokus pada hal-hal kecil yang membawa kebahagiaan. Karena dari celah-celah kecil itulah, kita akan menemukan kekuatan untuk bangkit, melangkah, dan terus berjuang, hingga akhirnya kita bisa berjalan di bawah sinar matahari yang terang benderang.
Ada pepatah bahwa seluruh kehidupan adalah soal bagaimana memecahkan masalah. Persoalannya, Anda menjadi bagian dari masalah, atau Anda justru menjadi solusinya. Itulah pertanyaan yang harus selalu kita ingat agar kita menemukan semangat Komorabi. Selalu ada celah cahaya di tengah kegelapan. Jadi, jangan takut gelap. Temukan Komorabi. Biarkan sinarnya membimbing Anda untuk sebuah solusi. ***
Foto dari https://www.freepik.com/premium-ai-image/sunlight-peeking-through-dense-forest-canopy_70424459.htm

Leave a comment