Kita sering dengar istilah baper, bawa perasaan, sebagai sesuatu yang “lebay” atau berlebihan. Orang-orang yang baper itu cenderung mengganggu atau toksik dalam satu lingkaran pertemanan. Suasana yang akrab dan penuh canda, tiba-tiba menjadi tidak nyaman ketika ada orang yang mudah tersinggung karena perkataan atau perlakuan yang sepele. Anda mungkin pernah mengalami situasi semacam ini, bukan?
Istilah ini untuk menggambarkan seseorang yang gampang tersinggung, emosi, marah, dan bahkan bereaksi secara emosional terhadap sesuatu yang remeh. Persoalan kecil yang tidak penting dan tidak perlu dipikirkan atau dianggap serius. Memang istilah baper juga bisa digunakan dalam konteks positif maupun negatif, meskipun konotasinya saat ini selalu dengan karakter yang negatif.
Dalam arti yang positif, orang baper biasanya punya rasa empati yang tinggi. Tidak sekedar sensitif dan mudah tersinggung. Tapi bagaimana kalau justru baper itu adalah pintu gerbang menuju kekayaan dan kesuksesan? Ya, Anda tidak salah baca. Karena di balik “baper” itu, tersembunyi satu kekuatan terbesar manusia, yaitu perasaan. Rasa yang muncul dan membuat hidup menjadi dinamis dan penuh warna.
Perasaan bukan sekadar respons emosional. Dalam hukum manifestasi, perasaan adalah energi. Dan energi adalah bahan bakar utama penciptaan. Ibarat mobil sport mewah, pikiran adalah kemudinya, dan perasaan adalah mesinnya. Tanpa mesin yang hidup, seberapa canggih arah yang kita tuju, kita tetap diam di tempat.
Kita ambil analogi sederhana dengan membayangkan diri kita seperti radio pemancar. Saat kita “baper”, perasaan itu menghasilkan sebuah vibrasi. Semakin kuat perasaan, entah positif atau negatif, semakin kuat pula getaran perasaan itu keluar dari diri kita. Ini bisa kita rasakan saat kita merasa sangat terinspirasi, sangat berharap, atau sangat bersyukur, saat sedih, atau bahkan saat sakit hati dan benci pada orang lain. Di saat semacam itulah, kita sebenarnya sedang mengirimkan sinyal kuat ke alam semesta. Semakin dalam dan tulus perasaan itu, semakin jernih sinyal kita. Dan seperti radio, apa yang kita pancarkan lewat perasaan akan dipancarkan kembali oleh alam semesta.
Coba ingat-ingat, saat Anda sedang merasakan kesedihan mendalam, apa yang Anda temui, alami dalam sehari pasti akan peristiwa atau orang yang selalu membuat kesedihan itu makin parah. Saat Anda merasakan cinta yang meluap-luap, atau bahagia tak terkira, maka Anda akan merasakan hidup Anda dikelilingi orang atau kejadian yang menyenangkan pula.
Neville Goddard, salah satu maestro teknik manifestasi, mengajarkan bahwa “perasaan adalah kunci utama.” Kita semua diberi perasaan sebagai alat yang alamiah. Perasaan itu punya kekuatan luar biasa. Sayangnya, banyak orang hanya merasa kuat saat sedih, benci, dendam, sakit hati atau takut. Padahal, kekuatan yang sama bisa diarahkan pada hal-hal positif, seperti rasa bahagia, penuh syukur, cinta, dan rasa menyenangkan lainnya.
Setiap orang pasti bermimpi untuk memiliki kelimpahan dan kekayaan dalam hidupnya. Jangan hanya ucapkan, “Saya ingin kaya.” Tapi, gunakan perasaan Anda untuk merasakan kekayaan itu seakan-akan sudah ada. Rasakan kelegaan bebas utang, kebebasan memilih waktu sendiri, atau sukacita memberi tanpa batas. Rasakan seolah-olah Anda sedang duduk di balkon rumah impian, kopi di tangan, dan matahari pagi menyapa dengan hangat. Ketika Anda baper dengan bayangan keberlimpahan seperti itu, maka Anda sedang menciptakan medan energi yang menarik hal serupa ke hidup Anda.
Jadi, mulai sekarang, kita perlu mengubah makna “baper” dalam hidup kita. Kita harus menjadikan perasaan kita bukan sebagai kelemahan, tapi sebagai kekuatan. Kita harus menjadikan perasaan kita sebagai sebuah kompas magnetik yang menarik keberlimpahan. Kita bisa menggunakan visualisasi, afirmasi, perasaan syukur, untuk menggemakan kehidupan yang kita dambakan. Lalu kita harus memberi impian itu nyawa lewat perasaan bahagia dan penuh syukur yang tulus.
Kaya bukan soal angka semata, tapi soal keadaan batin yang berlimpah. Gambaran itu dulu yang harus kita bayangkan, baru kemudian realitas menyusul. Tuhan dan semesta siap memberikan kelimpahan dan kebaikannya melalui perasaan syukur dan berlimpah yang kita pancarkan. Inilah baper yang membuat kaya.***

Leave a comment