Inspiration

PAK RT

Suatu ketika seorang pastur terperanjat ketika ada salah seorang umat menghadap di suatu sore. “Romo, mulai bulan depan lingkungan kami tidak bisa bertugas koor lagi di gereja. Mohon maaf kalau kami harus ambil sikap seperti ini” kata ibu pelatih koor itu.

“Lho, memang ada apa kok Ibu tiba-tiba mengatakan seperti itu? Sudah tidak mau tugas koor di gereja lagi? Apakah gara-gara ada saya?” tanya Pastur itu dalam keterkejutannya.

Ibu itu dengan raut muka sedih, kecewa dan geram menceritakan apa yang dialami umat di lingkungannya. Dulu lingkungannya aktif mengadakan kegiatan lingkungan termasuk latihan koor. Namun semua kegiatan itu kini terpaksa harus berhenti gegara Ketua RT yang baru dipilih warga menerapkan aturan yang melarang segala bentuk kegiatan orang Katolik dan Kristen di lingkungannya. Alasannya kegiatan keagamaan itu mengganggu ketenangan warga. Kebetulan Ketua RT, konon kata warga, berafiliasi dari Kelompok garis keras dari keyakinan lain. Daripada memancing masalah yang berbau SARA maka pengurus lingkungan memutuskan untuk sementara tunduk pada aturan RT yang intoleran itu.

Pastur pun akhirnya paham akar persoalannya. Ia juga bisa mengerti perasaan jengkel dan kecewa yang dirasakan umatnya. “Begini saja, Bu, saya punya usul. Kita jangan membalas dengan kebencian. Sesuai ajaran kasih, seberat apapun, mari kita doakan saja Pak RT itu. Semoga Tuhan berkenan memberi jalan kepada umatNya yang ingin memuji dan melayaniNya,” kata pastur itu.

Semenjak itu, selama 40 hari seluruh umat diajak untuk ikut mendoakan Pak RT setiap jam 12 malam. Doa dilakukan dengan mengangkat tangan menuju arah rumah Pak RT itu dari rumah masing-masing umat. 

Dua bulan setelah itu, Ibu pengurus lingkungan kembali bertemu pastur tersebut. Wajahnya tampak ceria. Ia hanya ingin melaporkan ke pastur bahwa umat di lingkungannya kini sudah boleh berkegiatan seperti sediakala. Tak ada larangan lagi bagi umat Nasrani di wilayah itu. 

Pastur pun kaget campur gembira. “Puji Tuhan, saya gembira sekali mendengarnya. Doa kita dikabulkan Tuhan. Pak RT sudah dibuka hatinya oleh kuasa Tuhan. Aturannya sudah diubah. Selamat ya, Bu.”

“Terima kasih, Romo. Tapi, bukan aturannya diubah, karena Pak RT itu sudah meninggal 2 minggu lalu. Persis setelah kita selesai mendoakan beliau agar kita dibolehkan latihan koor,” kata ibu itu dengan wajah ceria. Pastur ternganga mendengar kabar itu. Ia ingat persis, bukan itu intensi doanya.

Sungguh ini adalah kisah nyata. Kisah tentang ajaran kasih di saat kita dibenci orang. Betapapun beratnya kita diajarkan agar membalas yang jahat dengan kebaikan. Tak pernah kebaikan kalah dengan kejahatan, meskipun dalam prosesnya ada pengorbanan air mata dan bahkan darah. Pada akhirnya kasih selalu keluar sebagai pemenang.

Kisah itu juga mengabarkan betapa besar kuasa Tuhan dan kuasa doa yang dikabulkan Tuhan. Jangan pernah mendikte Tuhan dengan permintaan dan kemarahan kita. Dia punya otoritas sendiri untuk memberikan yang terbaik. Dia pula yang akan menyingkirkan segala kendala yang menghalangi wujud kekuasaanNya di tengah manusia. Ia sungguh tahu yang kita mau dalam konteks kebaikan dan kasih. Itu saja yang harus kita yakini. Selebihnya, biar Tuhan saja yang menyelesaikan.***(Leo Wahyudi S)

Foto dari https://gkdi.org/blog/doa-bapa-kami/

2 thoughts on “Inspiration

Add yours

  1. Pas banget dengan peringatan Hari Diwali umat Hindu hari ini yg merayakan kebenaran mengalahkan kejahatan. Cahaya menghalau kegelapan.. Mr Be

    Like

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑