Inspiration

MENGUBAH ORANG LAIN, EMANG BISA? 

Belakangan ini pikiran dan hati saya risau, penuh dengan kesibukan. Sibuk berpikir dan berharap segalanya berubah. Saya kesal dan ingin mengubah perilaku anak-anak yang tumbuh besar, tapi makin egois, makin tidak peduli, makin malas, makin merasa bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Rasa-rasanya hasil didikan orang tua sudah ada yang melenceng dan perlu diubah. 

Belum lagi ada teman yang curhat soal pasangannya, anak buahnya di kantor, atau teman kerjanya. Semua ingin agar kelakuan orang lain berubah menjadi baik. Baik menurut standar dan ukuran kita. Ada seorang istri yang mati-matian mengorbankan diri hanya demi mengubah perilaku suaminya yang kasar, tak peduli, egois. Ada yang ingin agar kolega di tempat kerja berlaku adil, tidak mengorbankan teman, tidak menjilat. Ada anak buah yang selalu mengeluh dan berharap agar bosnya berubah menjadi lebih manusiawi.

Ternyata, setelah sekian lama berharap dan berkorban perasaan, perubahan itu tak kunjung terjadi. Yang muncul akhirnya sakit hati, kecewa, dendam, benci. Yang ada justru malah membiarkan diri digerogoti penyakit, minimal asam lambung, migrain, asma kambuh. 

Saya sengaja mengutip kisah yang dituliskan oleh Anthony de Mello, seorang pastor dan pakar spiritual dari India. Sufi Bayazid bercerita tentang dirinya seperti berikut ini: ‘Waktu masih muda, aku ini revolusioner dan aku selalu berdoa: Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!’

‘Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orang pun, aku mengubah doaku menjadi: “Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah semua orang yang berhubungan denganku: keluarga dan kawan- kawanku, dan aku akan merasa puas.”

‘Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku sudah dekat, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Doaku satu-satunya sekarang adalah: “Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah diriku sendiri.’ Seandainya sejak semula aku berdoa begitu, maka aku tidak begitu menyia-nyiakan hidupku!’

Membaca cerita itu saya menjadi malu dengan kebodohan saya karena menyia-nyiakan waktu untuk sibuk berharap agar orang lain, keluarga, anak, pasangan, untuk berubah seturut keinginan dan ekspektasi kita. Semua sia-sia. Memelihara ekspektasi terhadap orang lain agar berubah ternyata merupakan warisan kebodohan dalam berpikir. Itulah yang saya alami. 

Guru ngaji Syaiful Karim mengingatkan bahwa untuk mengubah orang lain harus berangkat dari dalam. Artinya, ubahlah diri sendiri dulu agar tidak sibuk berpikir untuk mengubah orang lain. Kalau ada yang tidak beres, tidak usah jengkel. Bereskan kalau kita bisa. Kalau ada yang kotor tidak usah marah. Kita bersihkan yang kotor. Marah dan jengkel tidak mengubah persoalan. Lebih baik kita membetulkan persoalan. Tanpa mengubah diri dari dalam, pasti kita akan menemui kegagalan. 

Kalau kita marah-marah dan gampang kecewa, artinya ada yang salah dengan diri kita sendiri. Kalau kita berharap terlalu banyak dari anak atau orang lain, penuhi saja harapan itu dari dalam diri kita sendiri. Berubah dari dalam itu akan membuat pikiran dan hati kita nyaman. Tanpa kita harus menjejali pikiran dengan harapan akan perubahan. Damai di hati, damai di pikiran. Kalau yang di dalam diri kita beres, maka kita sedang menyebarkan frekuensi dan getaran positif. Energi positif itulah yang akan menarik perubahan positif dari orang di sekitar kita. Percayalah dengan hukum alam ini.

Kata Dalai Lama, pemuka agama di Tibet, “Perubahan sesungguhnya terjadi di dalam diri. Biarkan yang di luar terjadi seperti apa adanya.” Setiap orang berpikir mau mengubah umat manusia. Hampir tak seorang pun berpikir bagaimana mengubah dirinya. Sekarang, apakah Anda masih ingin mengubah orang lain, anak, keluarga? Emang bisa? 

Saat kita berhenti mencoba mengubah dunia, dan sibuk mengubah diri sendiri, maka dunia kita akan berubah lebih baik. Tidak usah berharap terlalu banyak terhadap dunia di luar. Biarkan dunia luar berubah sendiri seturut hukum semesta. Tugas kita memancarkan energi perubahan diri yang positif.***(Leo Wahyudi S)

Foto dari https://www.inspiremore.com/how-to-change-other-people-5-ways-to-transform-others-without-being-preachy-annoying-or-abrasive/

One thought on “Inspiration

Add yours

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑