Saya yakin kalau orang ditanya dengan pertanyaan “Apa Anda mau jadi kaya?”, kebanyakan akan menjawab spontan, “Mau!” Pikiran untuk menjadi kaya, mau kaya, ingin tajir melintir, itu mudah sekali. Ini menjadi impian sebagian besar orang, apalagi orang miskin. Bahkan yang sudah kaya pun selalu merasa belum kaya.
Ternyata ada sederet prasyarat di balik keinginan untuk menjadi kaya itu. Dan, prasyarat itu tak semudah mimpi jadi kaya. Orang tergiur ingin kaya karena melihat dan membandingkan keadaan dirinya dengan hasil akhir yang diraih orang-orang kaya. Maka saya angkat judul itu, memangnya sanggup?
Tulisan ini saya buat sebetulnya karena menjawab tantangan salah seorang pembaca setia saya yang menjadi seorang trainer. Setelah saya membaca banyak referensi, ada banyak sekali persyaratan berderet-deret agar orang menjadi kaya. Tapi saya hanya akan mengungkap yang sederhana dan tidak muluk-muluk, tapi penting.
Pertama, punya mental kaya. Mental kaya ini maksudnya pikiran, sikap, dan keyakinan seperti sudah kaya. Saya senang melihat orang kaya belanja di mall. Mereka langsung ambil apa pun yang disukai, tanpa lihat harga. Mereka selalu merasa punya uang dan selalu berkelimpahan. Maka semesta pun selalu mendatangkan kelimpahan sesuai pancaran pikiran dan alam bawah sadarnya yang merasa kaya.
Sebaliknya, orang bermental miskin selalu melihat harga dan akan mengatakan, “Wah, mahal banget. Nggak ada duit.” Mengatakan mahal itu berarti alam bawah sadar sedang meyakini bahwa kita tidak punya uang, kekurangan uang, takut kehilangan tabungan. Ini fenomena wajar. Tapi, kalau ingin menjadi kaya, pola pikir berkekurangan ini harus diganti dengan rasa berkelimpahan.
Kedua, berpikir “Aku bisa dan aku akan mewujudkannya.” Membangun pola pikir seperti ini tidak mudah. Ketika melihat kesuksesan dan kekayaan orang lain, spontan kita akan berpikir, “Wah, kalau seperti itu aku nggak bisa. Levelnya beda.” Ungkapan tidak bisa dan tidak mampu itu sebetulnya cerminan alam bawah sadar bahwa kita hanya orang yang miskin dan tidak mampu. Kita merasa kualitas kita tidak seperti orang lain. Tapi, orang yang berhasrat menjadi kaya akan berkata dengan optimis bahwa dia bisa dan akan mewujudkannya. Inilah bedanya. Selalu ada jalan dan kesempatan ketika kita berani mengatakan “Aku bisa” dengan penuh keyakinan.
Ketiga, meraih kekayaan bukan lagi sekedar keinginan, tetapi hasrat untuk mewujudkannya. Banyak orang yang bangga dengan mimpinya untuk sukses dan menjadi kaya. Mimpi dan keinginan itu dipupuk dan dibawa ke mana pun ia pergi. Tapi ada hal mendasar yang dilupakan. Keinginan itu hanyalah mimpi. Tapi harus ada proses untuk mewujudkannya, melakukan sesuatu agar menjadi kaya. Kebanyakan dalam proses ini yang terjadi malah kebanyakan protes. Padahal sudah berniat jadi sukses dan kaya. Bermimpilah sambil melakukan apa pun yang mengarahkan kita untuk sukses dan kaya. Begitu pesan para motivator sukses.
Keempat, jangan lupa bersyukur. Kata syukur hanyalah ungkapan klise. Tapi, jika dijiwai dan dimaknai atas hati dan pikiran yang penuh syukur, maka kata syukur ini luar biasa dahsyat. Kata syukur berarti berterima kasih atas apa yang sudah dimiliki, dialami, dirasakan. Kita sudah memiliki banyak hal berharga dalam hidup yang layak disyukuri. Ini berarti ada kelimpahan dalam batin dan pikiran bawah sadar kita. Akhirnya, semesta atau Tuhan pun selalu memberikan kelimpahan demi kelimpahan. Syukur itu sesungguhnya menjadi kunci untuk membuka akses pada yang Maha Berlimpah dan kelimpahan. Silakan buktikan sendiri.
Kelima, jangan lupa bersedekah. Sedekah itu berarti memberikan apa yang kita punya, entah harta, hati, telinga, mulut, tangan, ilmu, waktu. Seperti pernah saya tulis sebelumnya, ketika kita bersedekah dengan tulus ikhlas, maka akan ada perasaan bahagia dan rasa berkelimpahan yang muncul. Perasaan bahagia dan berkelimpahan ini lalu bergaung ke semesta. Frekuensi dari perasaan kita lalu nyambung ke semesta dan Sang Maha Berkelimpahan dan Sang Maha Murah. Rasa bahagia, rasa syukur, rasa berkelimpahan itu akan menarik rasa yang sama dari semesta. Inilah yang akan membuat kita sukses dan kaya. Semesta mengirimkan kelimpahan berlipat-lipat karena pikiran bawah sadar kita pun berkelimpahan akibat sedekah.
Dengan syarat sederhana itu, apakah Anda sanggup melakukannya? Kadang di tengah jalan ada proses yang seolah menyimpang dari impian kita jadi kaya dan sukses. Tapi itu adalah bagian dari semesta untuk tetap mengarahkan kita pada keberhasilan dan kekayaan yang kita idamkan. Butuh keyakinan kuat dan konsisten dalam merealisasikan keyakinan itu. Selamat mencoba.***(Leo Wahyudi S)
Foto dari https://br.atsit.in/th/?p=4943

Leave a comment