Mungkin Anda pernah merasa terjebak dalam hidup yang membingungkan, menyedihkan, ketika arah hidup terasa buntu karena mimpi-mimpi berlalu tanpa pernah berkabar lagi. Impian yang dibangun sejak lama seolah mati suri atau bahkan sekarat. Hidup seolah tanpa harapan. Hidup seolah tak layak diteruskan. Situasi semacam itu membuat kita seperti sedang dalam fase gelap di mana energi positif enggan menghampiri.
Ada sebuah konsep luar biasa yang bisa mengubah segalanya, yang disebut Lazarus Effect, atau efek Lazarus. Konsep yang dipopulerkan oleh guru spiritual Neville Goddard, memang terdengar dramatis. Kisah ini berasal dari Kitab Suci yang menceritakan tentang Lazarus yang dibangkitkan dari kematian oleh Yesus. Lazarus Effect dalam konteks kita bukan soal mukjizat fisik, melainkan mukjizat kesadaran pribadi yang dibangkitkan dari kematian dan ketidaksadaran.
Keadaan negatif, perasaan putus asa, atau pola pikir sempit dan mampet yang selama ini menghantui kita secara metaforis adalah sebuah “kematian”. Lazarus Effect adalah tentang bagaimana kita bisa membangkitkan diri dari kematian mental atau emosional tersebut. Kita bisa keluar dari fase gelap dengan mencari titik terang yang akan membawa kita pada cahaya kehidupan. Ini adalah proses di mana kita mengubah kesadaran dari kondisi yang serba tidak mungkin menjadi sangat mungkin dan penuh harapan.
Untuk bangkit seperti Lazarus, caranya sederhana, tapi butuh komitmen. Ini adalah soal pilihan tentang kemauan diri untuk mengambil alih kemudi pikiran dan emosi kita. Setiap kali kita merasa terjebak, putus asa, atau merasa tidak mungkin, itulah ‘kematian’ kecil yang perlu dihidupkan kembali. Di sanalah ada dua pilihan, bangkit atau tetap mati. Bangkit untuk membangun kembali mimpi dan harapan yang hilang. Atau, membiarkan mimpi terkubur dalam keputusasaan untuk mengiringi kematian kita.
Kita memiliki kekuatan untuk memilih. Alih-alih meratapi apa yang kurang, kita bisa memilih untuk fokus pada apa yang ingin kita wujudkan. Tinggal kita mau memilih malas dan sibuk mengasihani diri seperti layaknya korban, atau kita mau sadar untuk kembali mengambil alih kemudi kehidupan kita. Alih-alih membiarkan emosi negatif menguasai, kita secara sadar bisa membangkitkan perasaan positif, seolah-olah impian itu sudah menjadi kenyataan.
Neville Goddard mengajarkan bahwa agar mimpi dan harapan jadi kenyataan, kita harus merasakan dan meyakini apa yang kita inginkan sebelum itu terwujud. Kita membayangkan dan meyakini bahwa mimpi itu seolah sudah terjadi saat ini, bukan nanti. Ini bukan omong kosong atau basa-basi. Ini adalah ilmu manifestasi yang kuat. Kita tinggal meyakini bahwa mimpi kita pasti terbukti kalau kita yakin seolah-olah itu sudah terjadi. Di sinilah iman sebiji sesawi yang akan membuat impian bisa terjadi.
Lazarus Effect mengajarkan kita bahwa perubahan sejati selalu dimulai dari dalam. Tidak peduli seberapa lamanya kematian kesadaran atau impian atau situasi kita saat ini. Kita memiliki kekuatan untuk menghidupkannya kembali hanya dengan mengubah kesadaran kita. Dengan mengontrol pikiran dan emosi, kita sedang menciptakan realitas yang kita inginkan. Kita bisa menjadi Lazarus yang baru bangkit dari kematian.
Kalau kita masih tenggelam dalam zona nyaman dan sibuk mengasihani diri, meratapi kegagalan, inilah saatnya untuk bangkit seperti Lazarus. Anda hanya perlu menyadari bahwa Anda telah dibangkitkan dari kematian oleh Tuhan. Lalu Anda membangkitkan diri Anda sendiri. Setelah bangkit, mulailah hari ini dengan kesadaran baru. Anda bisa mengendalikan narasi hidup kita selanjutnya.
Percayalah, kekuatan untuk bangkit itu ada dalam diri Anda, tinggal menunggu untuk diaktifkan. Jangan membiarkan kematian mental menghalangi Anda mencapai versi terbaik diri Anda. Mari kita hidupkan kembali setiap potensi yang tersembunyi bersama Dia yang telah membangkitkan kita seperti Lazarus. ***

Leave a comment