Inspiration

PESANAN HARI ESOK 

Hidup ini seperti sebuah katalog raksasa. Katalog itu berisi daftar menu, daftar kegiatan, daftar pekerjaan, daftar sesama, dan daftar situasi. Setiap hari, kita menelusuri halaman-halamannya untuk memilih dan memesan. Namun, yang sering kita lupakan adalah bahwa kita tidak memesan barang, melainkan bentuk kehidupan di hari esok kita.

Entah kita sadari atau tidak, hari ini kita sedang sibuk memesan hari esok dari katalog Semesta. Pesanan itu bukan berdasarkan kebutuhan, tapi berdasarkan perasaan. Kita sering menuruti perasaan, tanpa berpikir panjang. Dengan perasaan negatif tanpa pertimbangan jauh kita sering “berbelanja” masalah. 

Pikiran dan perasaan yang mendominasi kita hari ini adalah frekuensi yang kita pancarkan. Jika hari ini kita didominasi oleh pikiran cemas, khawatir, atau marah, itu seperti kita sedang menekan tombol “pesan” untuk “berbelanja” lebih banyak kecemasan, kekhawatiran, dan kemarahan di masa depan. Kita sedang memesan lebih banyak kecemasan dan kemarahan yang akan dikirim oleh kurir semesta keesokan harinya. 

Ketika kita bangun pagi diawali dengan perasaan jengkel karena memikirkan segala kekurangan, atau mengeluhkan kemacetan, kita sebenarnya sedang memesan masalah di katalog semesta. Emosi atau rasa itu yang mengirimkan sinyal ke semesta. Sinyal itu berbunyi, “Tolong kirimkan lagi situasi yang membuat saya jengkel, lebih banyak hal yang kurang, dan lebih banyak kemacetan.” Lalu, klik, transaksi belanja masalah pun dimulai dan akan dikirim dengan instan. Maka tak heran jika seharian bahkan sampai hari berikut kita akan menemui situasi atau orang yang membuat kita jengkel, yang membuat kita merasa kurang, dan sebagainya. Tuhan dan semesta hanya mengirim persoalan sesuai pesanan kita. 

Sebaliknya, jika kita memilih untuk merasakan rasa syukur, kegembiraan, atau kedamaian hari ini, bahkan dari hal-hal kecil yang penuh cinta, kita sedang memesan pengalaman positif yang lebih baik. Saat kita menikmati secangkir kopi di pagi hari dan benar-benar merasakannya, atau saat kita tersenyum pada orang asing di jalan, ini ibarat kita sedang melihat katalog kehidupan. Dengan sikap positif itu, kita sedang memesan kebahagiaan pada semesta. Bukan pesan persoalan. Momen-momen kecil itu bukan hanya membuat hari ini lebih baik, tapi juga menjadi pesanan untuk esok yang lebih cerah.

Mulai sekarang, mari kita coba ubah pola pikir kita. Alih-alih menunggu hal baik datang baru kita merasa senang, mari kita merasa baik dan bahagia dulu, maka hal baik itu pun akan datang. Fokuskan perhatian kita pada hal-hal yang membuat kita bersyukur, sekecil apa pun itu. Rasakan ketenangan, bahkan di tengah kesibukan. Rasakan kegembiraan dari hal-hal sederhana. Bukan rasa bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi rasa syukur itulah yang membuat kita bahagia. 

Dengan melakukan itu, kita tidak hanya mengubah hari ini, tetapi juga secara otomatis mengirimkan “pesanan” yang tepat ke Semesta. Pesan yang berisi kebahagiaan, kedamaian, dan keberlimpahan. Mari kita jadikan hari ini hari yang luar biasa, sehingga besok kita bisa menerima kiriman yang juga luar biasa. Hari ini, perasaan dan pikiran baik kita menjadi investasi terbaik untuk hari esok yang kita impikan. Berarti kita sedang memesan kebahagiaan dari katalog kehidupan sebagai pesanan hari esok kita. Apakah Anda siap untuk menerima pesanan hari esok?*** 

Foto dari https://freedesignfile.com/380649-young-woman-shopping-online-at-home-stock-photo-01/#google_vignette

One thought on “Inspiration

Add yours

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑