Inspiration

AKU VERSUS AKU

Tulisan ini terilhami oleh sebuah unggahan dari sebuah akun TikTok yang cukup menarik. Dalam video pendek itu terdengar pengisi suara yang mirip suara Denzel Washington, aktor kawakan, sutradara, dan produser Amerika Serikat yang terkenal.  Suaranya tegas, dan kuat dalam menyampaikan pesannya dalam Bahasa Inggris yang saya terjemahkan berikut.

“Saya tidak peduli dengan siapa pun yang melakukan lebih baik daripada saya. Saya tidak sedang berkompetisi dengan siapa pun. Satu-satunya pesaing saya adalah diri saya yang kemarin, saya tahun lalu. Saya kini berbeda. Saya sudah berkembang. Saya sudah belajar, bertumbuh, dan inilah yang penting bagi saya. Itulah diri saya sesungguhnya. 

Setiap kali saya bangun pagi, saya sudah siap untuk memacu diri saya lebih jauh lagi. Saya akan menantang sampai titik teratas agar menjadi diri saya yang terbaik. Saya tidak akan membiarkan keberhasilan orang lain membuat diri saya merasa kecil. Perjalanan mereka adalah milik mereka. Perjalanan saya adalah milik saya sendiri. 

Saya tahu dari mana saya datang. Dan saya tahu ke mana saya akan pergi. Maka saya terus memacu diri saya untuk terus maju. Bukan agar saya menjadi lebih baik daripada orang lain. Tapi saya hanya ingin menjadi lebih baik daripada diri saya yang kemarin. Itulah tujuan saya. Dan ketika saya harus melihat lagi ke belakang suatu hari nanti, saya akan tahu setiap langkah dan setiap perjuangan saya. Setiap kemenangan adalah milik saya sendiri. Perkembangan dan perjalanan saya adalah warisan saya sendiri.”

Setelah mendengarkan suara Denzel itu, nyali saya mengkerut. Saya tiba-tiba merasa kecil dan merasa bersalah. Selama ini saya ternyata gagal paham dengan hidup saya sendiri. Betapa selama ini saya memandang bahwa hidup penuh dengan kompetisi dan persaingan. Kompetisi itu untuk mencari pemenang, yang terbaik, yang terpintar, yang tercepat, dan sebagainya. Kompetisi itu memacu saya untuk menjadi yang paling di antara orang lain. 

Tak heran kalau di setiap ranah kehidupan ketika saya bersama orang lain, saya selalu memandang bahwa orang lain di luar diri saya adalah pesaing atau rival. Di sekolah, persaingan itu sudah terjadi sejak saya masih sekolah di TK hingga perguruan tinggi. Di tempat kerja apalagi. Di masyarakat pun juga sama. Di keluarga pun tanpa sadar kita kadang terpacu untuk bersaing agar menjadi orang tua yang paling peduli, paling baik, paling bijak. Di segala tempat seolah ada banyak persaingan yang saya ciptakan sendiri. 

Kalau merenungkan apa yang dikatakan Denzel tadi, semua persaingan di luar diri kita itu adalah semu. Justru pesaing sesungguhnya adalah saya dengan diri saya sendiri. Aku versus aku. Bukan aku versus orang lain, teman, kolega, keluarga, saudara, atau siapa pun. Rival kita adalah diri kita yang sudah lampau, yang kemarin. Yang bersaing adalah diri kita yang sudah lampau dengan diri kita sekarang. Kita harus menjadi ‘aku yang lebih baik’ daripada ‘aku yang kemarin’. Itulah persaingan sejati dalam hidup.

Dengan pemahaman seperti itu berarti kesuksesan orang lain tidak akan membuat kita harus merasa kecil dan tertinggal. Kita tidak perlu membanding-bandingkan agar tidak terpicu dalam persaingan tak sehat, meski banyak orang tak setuju dengan pernyataan ini. Karena kita sejatinya sedang bersaing dengan diri kita agar menjadi lebih baik setiap hari. Kita tidak harus pusing lagi dengan persaingan yang kita ciptakan terhadap orang lain, karena kita sudah punya tekad untuk menjadi versi diri yang terbaik. 

Ketika kita punya komitmen diri semacam itu, maka wajar kalau kita selalu terpacu untuk menjadi diri kita yang terbaik, yang bermakna, dan bermanfaat untuk orang lain. Itulah buah dari perjuangan kita setiap hari yang akan menjadi warisan hidup kita bagi orang lain. Kita harus menjadi 1 persen lebih baik setiap hari seperti yang dianjurkan James Clear dalam bukunya yang fenomenal, “Atomic Habit.” Mari kita bersaing dengan diri kita sendiri agar menjadi diri yang terbaik. ***

Foto dari https://www.merion-mercy.com/about/blog/~board/blog/post/the-value-of-self-competition-in-an-overly-competitive-world

2 thoughts on “Inspiration

Add yours

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑