Inspiration

SENYUM PAUS FRANSISKUS YANG MEMBIUS

Kunjungan apostolik sekaligus kenegaraan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3-6 September 2024 serasa tidak habis untuk dikenang dan dibicarakan. Bagi pemerintah Indonesia kunjungan Paus Fransiskus menegaskan sekaligus mengingatkan pesan toleransi antarumat beragama, persatuan, dan perdamaian dunia. Rakyat Indonesia juga diingatkan kembali pada semangat dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dikagumi Paus. 

Saya pribadi mendapat kesan mendalam yang tak akan terlupakan soal Paus pertama yang berasal dari Amerika Latin ini. Kesan kuat itu adalah senyumnya. Senyum Paus Fransiskus menurut saya adalah senyum yang sangat tulus, otentik, bukan dibikin-bikin dengan kosmetik atau munafik. Ketika melihat Paus tersenyum, saya langsung mengamini seribu persen pepatah yang mengatakan senyum yang tulus adalah cermin kecantikan jiwa. Maka, akan menjadi mustahil kalau orang bisa tersenyum tulus tanpa ada perasaan yang baik dari dalam hati. Paus sudah membuktikannya tanpa banyak kata, hanya seulas senyum tulus.Senyum Paus seolah menutupi persoalan kesehatan di usus besar, lutut, paru-paru, punggung yang harus dirasakannya. 

Paus Fransiskus dikenal sebagai seorang pemimpin yang murah senyum. Ia dijuluki the Smiling Pope, Paus yang murah senyum. Di mana pun ia berada, ia selalu membagikan senyum tulusnya kepada semua orang, tanpa memandang suku, ras, bangsa, agama, dan golongan. Dalam hidup yang semakin sulit dan kompetitif di abad digital ini, harapan adalah harta berharga yang tak boleh ditinggalkan. Harapan sering diungkapkan melalui sebuah senyuman. Harapan pun mengajari setiap orang untuk tersenyum, seberat dan sekeras apa pun hidup, orang tidak boleh meninggalkan harapan dan senyuman. Paus Fransiskus pernah mengatakan bahwa ketika kita semua berada dalam kegelapan dan kesulitan, senyuman tidak akan muncul. Tapi ada harapan yang mengajarkan kita untuk tersenyum sehingga kita berada di jalan untuk menemukan Tuhan. Dari senyuman kita jangan kehilangan harapan. Cukuplah kita untuk selalu yakin bahwa ada harapan dan senyuman terlepas dari hari-hari yang sulit. 

Inilah kekuatan spiritualitas yang ditawarkan dan diteladankan oleh seorang Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi umat Katolik di dunia. Terbukti, senyumnya yang selalu tulus membuat luluh semua tembok beton sekat agama, suku, golongan, bahkan kebencian. Yang tersisa hanyalah energi cinta yang terpancar dari sebuah senyum tulus yang dapat kita teladani dari Paus Fransiskus. 

Kebetulan saya sedang menulis sebuah buku praktis tentang seni menciptakan keajaiban lewat senyum. Melihat wajah Paus Fransiskus dalam kunjungannya beberapa saat lalu semakin meneguhkan apa yang saya tulis. Saya yakin bahwa ada banyak keajaiban yang bisa kita ciptakan hanya dari seulas senyum.

Senyum ternyata mampu menciptakan keajaiban dalam hidup kita. Senyum bukan hanya menjadi ungkapan kebahagiaan, tetapi juga alat yang ampuh untuk membangun koneksi, menyebarkan suasana positif, yang bahkan dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik kita. Maka kalau kita melewatkan sebuah hari tanpa seulas senyum, kita sedang kehilangan sebuah hari yang penuh makna dalam hidup kita.

Energi otentik yang dipancarkan dari kesederhanaan dan ketulusan Paus Fransiskus telah membius jutaan orang untuk memancarkan energi yang baik, dengan membalas senyumnya, dan bahkan dengan air mata haru. Entah mengapa, kekuatan itu sungguh besar dan menusuk relung kalbu. Senyumnya sudah menembus batas dan sekat agama, ras, suku, golongan. Bahkan bisa menembus hati para pembencinya yang pasti masih ada jutaan juga di negeri ini. Bahkan pula burung-burung merpati tiba-tiba beterbangan saat penyambutannya di istana negara di Indonesia, di Papua Niugini, dan di Timor Leste. Paus bukan milik orang Katolik semata, tetapi milik semua warga dunia yang punya pikiran terbuka, hati damai dan tulus. 

“Marilah kita juga tersenyum sekalipun sedang menghadapi masa sulit, karena kita melihat harapan. Jangan pernah lupa untuk tersenyum, sekalipun sedang menghadapi beratnya kehidupan,” kata Paus Fransiskus. Mari kita bagikan senyum kepada semua orang dan semua makhluk ciptaanNya agar dunia penuh cinta dan keajaiban.***

Foto dari https://www.catholicsinpakistan.org/sad-pope-franciss-10-tips-happiness/pope-francis-smiling-face/

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑