Inspiration

STOP MENCARI KEDAMAIAN

Judul tulisan ini sepintas cukup mengejutkan dan memancing protes. Tapi kalau kita mengamati apa yang terjadi dalam kehidupan nyata, ada banyak orang yang mati sia-sia karena mengejar-ngejar kedamaian hidup. Banyak orang yang rela merogoh kantong dalam-dalam untuk pergi dan mencari kedamaian. Tak sedikit pula yang berpikir bahwa kedamaian itu hanya bisa ditemukan kalau ada di suatu tempat yang indah, di pegunungan dengan pemandangan indah, di pantai berpasir putih, di villa mewah. 

Banyak pula yang berasumsi kedamaian itu bisa diperoleh dengan banyak persyaratan “jika, maka”. Jika kamu kaya raya, maka hidupmu akan damai. Jika kamu tak punya hutang, maka kamu bisa menabung dengan damai. Jika kamu sehat, maka kamu damai. Jika kamu punya pasangan cantik dan gagah, maka kamu akan bergelimang kedamaian. Jika kamu punya jabatan tinggi, maka kamu akan dapat membeli kedamaian. Dan masih banyak lagi persyaratan untuk mencari kedamaian.

Padahal, pada saat orang mengejar kedamaian, sesungguhnya dia sedang tidak memiliki rasa damai itu. Rasa tidak memiliki, mental miskin, fakir kedamaian itu sangat dominan. Maka, seperti hukum tarik menarik, kalau kamu merasa tidak punya, maka yang akan selalu menghampirimu adalah situasi kekurangan, termasuk kurang merasakan kedamaian itu. Rasa tak pernah damai itulah yang akan difotokopi oleh Semesta dengan mendatangkan ketidakdamaian berlipat-lipat dalam hidup. Akhirnya orang yang merasa tak memiliki kedamaian, makin giat lagi mengejar kedamaian. Demikian siklusnya tanpa pernah disadari bahwa ada yang salah dengan pola pikir dan hatinya.

Kesalahan cara berpikir itu akhirnya membuat orang banyak gagal paham dengan kedamaian. Orang lalu berlomba-lomba dan berdoa khusyuk untuk mencari kedamaian. Kedamaian itu bukanlah tempat, bukan sesuatu, bukan pula barang yang ada di luar diri kita. Ketika pengejaran itu berhasil, mereka seolah merasakan kedamaian. Tapi ternyata hanya damai dan puas sesaat. Akhirnya, setelah merasa tertipu oleh dirinya sendiri, lalu stres dan bangkit kembali untuk mengejar kedamaian. 

Guru kehidupan yang bijak mengatakan bahwa kedamaian itu berada dalam diri, dalam pikiran dan hati. Kedamaian itu bukan sesuatu yang kita Anda harapkan yang datang tiba-tiba. Kedamaian itu adalah sesuatu yang Anda ciptakan, sesuatu tentang hidup Anda, sesuatu yang Anda lakukan, dan sesuatu yang Anda berikan. Artinya, kedamaian itu harus kita ciptakan, kita buat sendiri.

Cara yang paling mudah dan murah adalah menerima apa adanya tanpa syarat apa pun yang terjadi dalam hidup kita, termasuk ketidakdamaian. Ketika kita berani menerima dan mengakui ketidakdamaian, kesakitan, kekecewaan, kebencian, kepedihan, itulah jalan menuju kedamaian hati. Menerima tanpa syarat, tanpa protes kenapa, di sanalah ada damai. Dengan menerima dan mengakui, kita berarti sedang berdamai dengan hati dan pikiran kita yang dipenuhi suasana negatif dan ketidakdamaian. 

Kata Wayne Dyer, kedamaian itu hasil dari melatih pikiran kita untuk memproses hidup seperti apa adanya. Bukan tentang pikiran bahwa hidup seharusnya seperti yang kita pikirkan. Betapa sering kita kecewa dan kehilangan rasa damai karena kita terlalu pintar untuk protes, seharusnya dia kan begini, seharusnya acaranya kan begini, seharusnya dia bersikap begini, seharusnya aku kan menang, bla bla bla. Kata “seharusnya” itulah yang menjauhkan diri kita dari kedamaian. 

Berhentilah mengejar kedamaian. Mari kita ingat para guru kehidupan, bahwa kedamaian itu berada dalam hati dan pikiran kita. Kedamaian itu kita ciptakan, bukan kita kejar-kejar, atau cari-cari. Biarkan sesuatu, seseorang datang dan pergi. Jangan mengikatkan diri pada sesuatu atau seseorang atau peristiwa yang telah berlalu. Tidak melekatkan diri pada apa pun. Lepas bebas dan biarkan berlalu. Di sanalah Anda akan menemukan kedamaian. 

Sulit? Memang tidak semudah omongan para motivator itu. Tapi kita bisa melatihnya dengan menciptakan kedamaian di dalam diri saat ini, di sini, dan sekarang.***(Leo Wahyudi S)

Foto dari https://www.inc.com/amy-morin/10-things-mentally-strong-people-give-up-to-gain-inner-peace.html

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑