Dua kata itu bagi saya agak abstrak awalnya. Ini karena batasan pikiran saya bahwa menabung itu ya duit. Kegembiraan masak ditabung? Tapi di jaman yang serba cepat dan canggih ini mungkin rasa gembira akan menjadi barang langka, kurang laris, kurang trending. Yang trending adalah rasa kecewa, rasa ketinggalan, rasa kurang, rasa benci, rasa tersingkir, dan sebagainya. Dunia menjadi distopia yang dipersepsikan dengan dunia muram yang penuh penderitaan, kejahatan, kemunafikan, kelicikan. Alhasil kegembiraan dan rasa gembira hanya menjadi partikel kecil yang nyelip di belantara persepsi negatif.
Menulis ini berarti memberi PR pada diri saya sendiri untuk mencari barang langka itu, kegembiraan. Sulit kalau dibayangkan, tapi mudah kalau dipraktikkan. Cara termudah adalah mencari sesuatu, suasana, tempat, waktu, atau orang yang bisa membuat kita gembira dan tertawa. Kalau masih sulit, buka media sosial, entah itu TikTok, Reel Instagram, YouTube, atau kanal yang lain yang lucu-lucu dan tolol, entah itu kelakuan binatang atau manusia. Tonton, baca, nikmati, dan tertawalah. Sesimpel itu menciptakan dan menabung kegembiraan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang merasa gembira dan bahagia cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik dan lebih kuat dalam melawan penyakit. Hormon kebahagiaan seperti serotonin dan dopamin dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, dan membuat orang lebih resisten terhadap penyakit dan infeksi. Sementara itu, stres kronis dan depresi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa korelasi dan hubungan sebab-akibat antara kegembiraan dan sistem kekebalan tubuh masih terus dipelajari oleh para ilmuwan dan peneliti.
Seperti halnya menabung uang untuk masa depan, kita dapat mencoba mengumpulkan perasaan dan kenangan-kenangan indah yang menggembirakan agar tetap dapat dinikmati di kemudian hari. Hal termudah yang dapat kita lakukan misalnya dengan sadar menciptakan saat-saat bahagia bersama anak, pasangan, keluarga, tetangga, sahabat, suasana, atau tempat yang indah. Atau bisa juga dengan melakukan hobi kita, seperti menulis, main musik, melukis, membaca, memasak, olah raga. Atau, bisa saja kita mensyukuri, mengapresiasi segala hal yang baik dalam hidup kita. Dengan kata lain, menabung kegembiraan adalah upaya pribadi untuk mencari perasaan syukur, bahagia, dan senang yang bermanfaat bagi kesehatan mental dan emosional kita.
Rhonda Byrne berpesan agar setiap hari, atau paling sedikit sekali atau dua kali seminggu, kita meluangkan beberapa menit dan berfokus melihat diri sendiri dalam kegembiraan. Rasakan diri kita dalam kegembiraan. Bayangkan hanya ada kegembiraan dalam hidup kita dan lihatlah diri kita bergelimang kegembiraan. Ketika kita melakukannya, Semesta akan menggerakkan orang-orang, situasi, dan peristiwa untuk mendatangkan kegembiraan itu.
Kita tidak bisa berada dalam kegembiraan jika kita mencemaskan uang, mengkhawatirkan kesehatan, atau masalah relasi dengan teman dan keluarga. Jadi, sesering mungkin, tabunglah kegembiraan di bank Semesta. Tidak ada penanaman modal lain yang lebih berharga daripada rasa gembira. Ingatlah bahwa kita tidak bisa memikirkan pikiran-pikiran yang baik tetapi merasa buruk, karena perasaan adalah hasil dari pikiran.
Semoga kegembiraan senantiasa bersama Anda.*** (Leo Wahyudi S)
Foto diambil dari https://madeyousmileback.com/how-to-get-happy-again-7-habits-of-joyful-happy-people/

Leave a comment