Inspiration

IKIGAI, ALASAN UNTUK TETAP HIDUP

Memulai hari kadang sudah menjadi momok bagi sebagian orang kantoran, pengusaha, atau siapa pun dari level sosial mana pun. Apalagi hari Senin, ketika sebuah awal dari proses menjalani hidup dimulai, entah lewat pekerjaan kantor, pembelajaran di sekolah dalam satu minggu ke depan. Seolah awal kehidupan dimulai setiap hari Senin. Padahal sesungguhnya kita mengawali hidup adalah setiap kali kita membuka mata pertama kali di pagi hari.

Bagaimana dengan Anda pagi tadi? Apakah Anda terbangun pagi tadi dan merasa benar-benar bersemangat untuk memulai hari? Bukan karena tuntutan alarm, kewajiban untuk berangkat kerja, berangkat sekolah,  melainkan karena ada sesuatu yang memanggil jiwa Anda. Dalam budaya Jepang, perasaan ini memiliki sebuah istilah yang indah, yaitu Ikigai.  Secara sederhana, Ikigai adalah alasan kita untuk hidup. Kita bangun pagi karena ada alasan untuk menikmati hidup kita, kesenangan kita, tujuan hidup kita. Kita bangun dan memulai hari karena ada alasan untuk tetap hidup. Dari sanalah hidup menjadi lebih bermakna.  Ini adalah titik temu yang manis antara apa yang kita cintai, apa yang kita kuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang bisa menghasilkan secara finansial.

Ikigai mengajak kita untuk lebih berani menyelaraskan tentang apa yang kita cintai. Ini bisa orang-orang terdekat, keluarga, teman, pekerjaan, lingkungan, hobi. Keahlian atau keterampilan yang kita miliki juga menjadi alasan agar hidup lebih bermakna. Dengan keahlian kita bisa memberikan kontribusi pada orang lain, keluarga, organisasi, kantor. Dari sana kita dapat menghasilkan uang atau keuntungan finansial yang dapat menjamin keberlangsungan hidup kita. Dari sinilah semangat Ikigai muncul. Hal tersebut dapat menjadi alasan kita untuk tetap mensyukuri dan terus melangsungkan kehidupan kita. 

​Ada seorang pendidik yang luar biasa yang mencintai pekerjaan dan murid-muridnya. Ia sangat pintar dalam menjelaskan hal rumit menjadi sederhana. Inilah keahliannya yang dapat memberikan manfaat pada orang lain. ​Namun, Ikigai tidak selalu harus berkaitan dengan hal atau karier besar. Ada seorang ibu rumah tangga yang hobi berkebun dan membagikan hasil sayur organiknya kepada tetangga juga bisa menemukan Ikigai. Kegembiraannya saat melihat benih tumbuh adalah bahan bakar jiwanya untuk tetap menikmati kehidupan. Ada penyanyi, pelawak, pemain film, yang dapat menghibur penontonnya. Semua memberikan sumbangan penting bagi kehidupan orang lain. 

​Menemukan Ikigai bukanlah sebuah perlombaan lari cepat, melainkan perjalanan panjang yang menenangkan. Kita tidak perlu merasa tertekan jika belum menemukannya hari ini. Mulailah dengan bertanya pada diri sendiri setiap pagi saat pertama kali membuka mata, “Hal kecil apa yang membuatku merasa hidup hari ini?”, “Alasan kecil apa yang membuatku ingin menjalani hidup?”

​Tujuan hidup bukanlah tentang menjadi sempurna, melainkan tentang menjadi utuh, menjadi bermanfaat bagi orang lain. Saat kita hidup selaras dengan Ikigai, setiap langkah terasa lebih ringan, dan setiap tantangan terasa seperti pelajaran yang berharga. Mari kita mulai mencari alasan-alasan kecil agar kita lebih menghargai kehidupan. Karena saat kita menemukan alasan kita untuk tetap ada, dunia di sekitar kita pun akan ikut bersinar seolah menyambut diri kita yang sedang penuh gairah untuk memaknai hidup. 

Jalaludin Rumi pernah berkata, “Ketika Anda mulai berjalan, maka jalannya akan nampak.” Kejelasan hidup hanya akan muncul ketika kita mulai melakukan aksi. Mari kita mulai melakukan sesuatu meski terlihat sederhana agar hidup kita lebih bermakna dan berharga dengan semangat Ikigai. ***

2 thoughts on “Inspiration

Add yours

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑