Inspiration

DETOKS EMOSI

Detoks itu merupakan proses atau upaya untuk membuang zat-zat yang tidak bermanfaat bagi tubuh seperti racun. Proses penghilangan racun tubuh atau detoksifikasi ini banyak manfaatnya. ​​Misalnya, menghilangkan lemak berlebih sehingga membantu menurunkan berat badan, mengurangi risiko terserang penyakit kronis, seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke, dan kanker serta meningkatkan kesehatan saluran cerna.

Itu hal umum yang dilakukan secara fisik. Namun ada hal lain yang tak kalah penting agar mental kita sehat, yaitu dengan detoks emosi (emotional detoxing). Seperti halnya detoks racun tubuh, maka kita perlu juga untuk menghilangkan racun-racun mental. Detoks emosi menjadi sebuah proses pembersihan diri dengan melepaskan pikiran dan hati dari emosi, perasaan toksik (toxic), kebiasaan, pola pikir, serta pengalaman negatif yang sudah lama mendekam dalam tubuh dan pikiran kita. Tapi proses detoksifikasi ini harus dilakukan dengan penuh kesadaran.

Sering tanpa kita sadari hidup kita justru dikelilingi oleh orang-orang, atau situasi yang membawa kesialan dan pengalaman yang tak menyenangkan. Contoh sepele, kita kadang senang bergosip karena bergunjing itu menyenangkan. Maka tanpa disadari kita pun akan ketemu dengan orang-orang yang hobinya sama, bergosip. Nah, dari gosip itu berkembang jadi rasa iri, sirik, dengki, sok benar, sok suci, egois, dan sejenisnya. Energi negatif yang awalnya di mulut itu lalu turun ke hati, lalu muncullah sakit hati, kecewa, syak wasangka, curiga, lalu benci.

Ketika perasaan-perasaan negatif itu makin kerasan tinggal di hati dan pikiran kita, maka virusnya merembet ke tubuh kita, ke sel-sel tubuh kita. Lalu kacaulah sistem komputer sempurna ciptaan Sang Maha Sempurna dalam tubuh kita. Pembuluh darah ada yang macet, salah arah, atau malah menggenang. Sistem saraf yang awalnya rapi, kini jadi amburadul. Jalur dan jaringannya kacau. Bahkan menyebabkan konslet seperti kabel listrik. Kesakitan hati akhirnya memicu sakit hati (liver) beneran. Tekanan darah pun ikut meningkat. Jantung pun jadi kacau sistemnya. Kekebalan tubuh pun rontok gegara emosi negatif.

Lalu bagaimana caranya detoks emosi dan pikiran negatif? Ada banyak cara. Kalau yang keren bisa dilakukan dengan psikoterapi, meditasi, dan olah tubuh seperti yoga misalnya. Namun langkah mendasar sebelum detoks adalah dengan menerima emosi negatif apa adanya sebagai pengalaman alami manusia. Menerima, bukan menentangnya, agar dengan emosi negatif itu kita punya kesempatan untuk berkembang lebih baik.

Tapi ada cara lain yang juga bisa dilakukan. Syarat utamanya adalah dengan kesadaran bahwa kita ingin sehat secara mental. Tanpa kesadaran, semua yang kita lakukan tidak akan berarti. Bisa saja kita membuat gambaran diri kita sedang mandi sinar putih di suatu ruangan. Bayangkan tubuh kita yang diselubungi kerak dan noda hitam akibat dendam, sakit hati, kebencian, kekecewaan, amarah, rasa iri, rasa congkak. Semua berangsur bersih saat diguyur sinar putih. Kita bayangkan noda dan kotoran hitam di tubuh mulai luruh, persis seperti saat busa sabun yang luntur ketika kita mandi. Lakukan ini sesering mungkin dengan kesadaran dan keyakinan penuh. Visualisasi mengeluarkan energi, dan energi mengikuti pikiran.

Atau, yang agak konkret, kita mulai menjauhi orang, suasana, tempat, lingkungan yang toksik, yang penuh energi negatif. Minimal, kita menjauhi komunitas yang suka nggosip, atau kawan yang toksik. Mulailah dari yang terdekat. Ini bukan sok-sokan, tapi demi menjaga hati dan pikiran dari racun negatif. Puasa mulut, telinga, mata menjadi cara yang efektif.

Jika dilakukan dengan penuh kesadaran, detoks emosi ini bisa menguatkan mental dan emosional, meningkatkan kesadaran diri, mengurangi stres dan kekhawatiran, menguatkan relasi dengan orang lain, dan pada akhirnya membuat tubuh makin sehat. Keyakinan diri yang membelenggu pun akan hilang. Sikap dan perilaku negatif berangsur lenyap. Yang ada tinggalah pikiran dan emosi positif yang membuat tubuh kita tetap sehat.***(Leo Wahyudi S)

Foto dari https://www.huffpost.com/entry/how-smart-people-handle-toxic-people_b_5945b362e4b0940f84fe2f39

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑