JENGGOT RONTOK Jari-jarinya yang sudah kelihatan segar menghitung. "Masih enam kali lagi," gumamnya sambil duduk di beranda rumahnya di lereng Gunung Merapi menjelang maghrib. Mata kanannya masih tertutup perban putih. Rapi tersembunyi di balik kacamata yang dipakainya. Mata kirinya terbersit sinar kehidupan yang menyiratkan semangat yang masih tersisa. Jambangnya yang dulu memenuhi wajah di bagian... Continue Reading →
