Inspiration

MABUK

Suatu ketika ada seorang murid yang sedang berdialog dengan guru agamanya. Murid itu bertanya, “Guru, dimana saya bisa menemukan Tuhan?” Guru itu pun dengan santai menjawab, “Dia persis ada di depanmu?” Dengan penuh keheranan, murid itu bertanya lagi, “Lho, kenapa saya tidak bisa melihatNya?” Dengan tenang, guru itu menjelaskan. “Orang mabuk sulit untuk melihat pintu rumahnya. Karena itu, sekarang cobalah cari, apa yang membuatmu mabuk. Karena untuk bisa melihat Tuhan kamu harus dalam kondisi sadar dan siuman, bukan mabuk,” kata guru itu.

Cerita yang saya adaptasi dari buku Anthony de Mello dalam buku ‘One Minute Wisdom’ ini terasa sangat menohok. Cerita ini membawa saya kembali pada kenangan sekitar 30 tahun silam. Di masa itulah saya pertama kali mengenal minuman beralkohol, minuman keras. Dan, saat itu pula saya merasakan apa yang dikatakan mabuk miras.

Kala itu saya bersama sahabat saya mencoba menikmati sebotol minuman keras merek lokal. Kami berdua dengan takut-takut mencoba mencicipi miras itu. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi menthit (mabok atau ‘fly’). Itulah yang terjadi. Satu botol tandas. Tak tersisa setetes pun. Kami langsung melayang. Kepala rasanya enteng. Otak rasanya malas untuk diajak berpikir. Setiap kali berdiri, kami ambruk. Kami hanya tertawa berdua hanya ditemani kegelapan malam di sebuah sudut kebun di sekolah kami.

Dalam kewarasan yang tinggal 20 persen itu, kami sadar bahwa kami harus kembali ke asrama. Kami juga sadar kalau kami melanggar aturan. Tapi rasa ‘bahagia’ dan melayang itu membuat kami berani. Kami berjalan tertatih, berangkulan agar bisa melangkah, sambil tertawa-tawa ala dewa mabuk. Lorong dari lokasi mabuk ke pintu asrama yang hanya sekitar 400 meter itu rasanya jauh. Sulit rasanya menemukan pintu menuju ke asrama. Yang terjadi justru kami masuk ke kandang babi yang ada di dekat kebun belakang asrama. Dengan sempoyongan, kami dikagetkan oleh suara babi tidur yang ternyata kami injak. Barulah kami berdua sadar kalau kami salah ambil arah. Kami, tentu sambil tertawa-tawa dan berangkulan, kembali berjuang untuk mencari pintu menuju asrama. Untunglah, kami bisa masuk dan tanpa ketahuan bapak asrama.

Cerita itu rasanya pas dengan kisah murid dan guru tadi. Ketika saya mabuk, betapa sulitnya saya melihat pintu dengan mata jernih dan kesadaran penuh. Padahal pintu itu tidak pernah pindah. Kemabukan telah membelokkan kesadaran saya, dari pintu asrama ke pintu kandang babi. Gara-gara kebanyakan minum miras.

Di jaman modern ini juga banyak fenomena memabukkan yang menciptakan ironi-ironi hidup. Orang belajar agama dan dicekoki ajaran agama setiap detik, setiap hari, sampai seolah mabuk agama. Di belahan dunia manapun, mereka yang mabuk agama ini hilang kesadaran akan kemanusiaannya. Sampai-sampai melihat sesamanya yang tidak seagama pun dianggap musuh yang layak dibinasakan. Jangankan pintu surga, pintu kebaikan pun sulit mereka temukan. Kemabukan membuat mereka gagal melihat Tuhan yang mereka cari. Pemabuk cenderung menjadi pemarah dan gampang tersulut emosinya. Para pemabuk agama ini senantiasa berlari dan berteriak mencari Tuhan sambil menyingkirkan semua orang yang tidak sejalan.

Padahal Tuhan sesungguhnya tidak jauh. Hanya sedekat mata memandang. Yaitu, tatkala memandang manusia lain, makluk hidup lain, dan seluruh ciptaan lain denga penuh cinta. Mereka adalah Maha Karya dari Tuhan yang mereka cari.

Saya yakin, para pemabuk itu suatu hari akan sadar bahwa Tuhan berada dekat sekali dengan mereka. Mencari Tuhan bukan dengan emosi, tapi dengan hati. Tuhan setia menunggu para pemabuk agama siuman. Sahabat saya tadi pun juga sudah sadar, dan bahkan sekarang sudah menjadi petinggi aparat penegak hukum yang memerangi para pemabuk. Saya pun ikut siuman sekarang. *** (Leo Wahyudi S)

Photo credit: mentalfloss.com   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: